Advertisement
Advertisement

Ini Dia Alasan Komodo Menjadi Keajaiban Dunia

Dewi Yanti , Jurnalis-Kamis, 30 Mei 2013 |09:06 WIB
Ini Dia Alasan Komodo Menjadi Keajaiban Dunia
Komodo dewasa di Loh Liang (Foto:Dewi/Okezone)
A
A
A

ADA 21 karakteristik komodo yang menyebabkan hewan ini dikatakan ajaib dan sulit ditemukan pada hewan lain. Salah satunya, komodo termasuk hewan kanibal.

Komodo betina memiliki naluri keibuan ketika menetaskan telurnya. Komodo betina akan menjaga telurnya selama 2-3 bulan sebelum menetas dari gangguan apapun. Namun, saat telurnya menetas, hewan ini pula yang akan memangsa anaknya.

Sifat alami dengan menyantap darah dagingnya sendiri inilah yang menyebabkan spesies komodo tidak bertambah dan tidak juga berkurang. Pasalnya, komodo yang Anda temui di lokasi penangkaran komodo Loh Liang, yang terlihat hanya itu-itu saja.

Kebanyakan bayi komodo yang baru lahir punya sifat alamiah untuk lari ke gua dan semak-semak untuk bersembunyi hingga berusia remaja. Di sana, komodo biasanya hanya memakan serangga sebagai santapannya.

“Begitu lahir, komodo akan mencari gua dan bersembunyi hingga besar, hingga merasa aman tidak akan dimakan oleh komodo dewasa. Jika melihat sinar matahari mereka akan silau,” kata Agustinus CH Dulla, Bupati Manggarai Barat, saat ditemui di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, belum lama ini.

Bagi komodo, semua makhluk yang bergerak adalah binatang. Manusia pun ketika bergerak dianggap binatang dan bisa menjadi santapannya. Hanya saja komodo akan mengganggap Anda santapannya jika gerakan Anda terlihat panik, layaknya mangsa yang sedang diintai.

Untuk mengetahui lebih banyak karakterikstik komodo, Anda bisa menemukannya langsung saat berkunjung ke Taman Nasional Pulau Komodo di Labuan Bajo.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement