PENYEBARAN strain virus flu burung H7N9 memang hingga saat ini masih ada dalam lingkup kawasan Asia, khususnya China. Namun WHO memeringatkan seluruh dunia untuk tetap waspada terhadap virus mematikan ini.
Hingga saat ini, kasus infeksi H7N9 di China sudah mencapai 127 orang, dimana 27 diantaranya meninggal dunia. Sejak kasus pertama pada bulan Maret lalu, penyebaran virus ini terbilang cukup cepat. Selain itu, para peneliti juga belum menemukan bagaimana virus ini dapat menyerang manusia.
Meskipun penyebaran terbanyak terjadi di daratan China, WHO tetap meminta seluruh warga dunia untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus ini. Terbukti dengan dilaporkannya kasus infeksi pertama di Taiwan. Ini membuktikan bahwa virus dapat dengan mudah menyerang jika kita tidak berhati-hati, demikian yang dilansir Foxnews.
Bukan hanya mereka yang berada di wilayah Asia, namun warga di belahan benua lain seperti Eropa juga patut waspada. Apalagi beberapa waktu terakhir di Eropa juga ditemukan berbagai virus yang mematikan, seperti coronavirus.
Ahli flu mengatakan mutasi virus bisa dengan mudah menyebar dari unggas. Apalagi unggas seperti burung memiliki kemampuan untuk berpindah tempat secara luas. Tentu ini merupakan ancaman serius untuk dunia kesehatan. (ind)
(Tuty Ocktaviany)