Badan Penerjemah dan Bahasa Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan ibadah haji yang ditawarkan kepada jamaah. Sebagai bagian dari upaya tersebut, mereka telah meluncurkan inisiatif menerjemahkan khutbah Arafah ke dalam 20 bahasa yang berbeda.
Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Idul Adha 1444 H Jatuh pada 28 Juni 2023
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pesan dan makna penting yang disampaikan dalam khutbah tersebut dapat dengan mudah dipahami dan diapresiasi oleh jamaah yang berasal dari berbagai belahan dunia. Dengan adanya terjemahan ini, diharapkan pengalaman ibadah haji akan semakin berarti dan bermakna bagi seluruh jamaah yang hadir.
Menerjemahkan khutbah Arafah merupakan salah satu tugas terpenting yang dilakukan oleh agensi di bawah Proyek Terjemahan Penjaga Dua Masjid Suci. Wakil Presidensi Umum untuk Bahasa dan Penerjemahan, Ahmed Al-Hamidi, menyatakan bahwa upaya ini dan berbagai inisiatif lainnya sejalan dengan rencana strategis badan tersebut hingga tahun 2024.
Baca Juga: Mendag Klaim Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Adha
Hal ini diungkapkan dalam laporan dari Saudi Gazette. Dengan menerjemahkan khutbah Arafah ke dalam 20 bahasa, diharapkan pesan-pesan penting dalam khutbah tersebut dapat tersampaikan dengan jelas kepada jamaah yang berasal dari berbagai negara, serta meningkatkan kualitas dan pengalaman ibadah haji mereka.
Simak selengkapnya di Infografis!
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.