Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Jejak Para Ikon Mode

SINDO , Jurnalis-Minggu, 08 April 2012 |14:28 WIB
Inilah Jejak Para Ikon Mode
Farrah Fawcett (Foto: Corbis)
A
A
A

SOSOK perempuan mempunyai tempat tersendiri dalam dunia busana. Penampilan mereka yang glamor nan elegan kerap diingat banyak orang. Karena itu, majalah Time dalam liputan bertajuk “All-TIME 100 Fashion Icons” menampilkan sejumlah perempuan yang punya pengaruh besar pada dunia mode.
 
Tidak sedikit dari mereka yang menjadi peletak tren (trendsetter) mode dunia. Kendati kini sebagian besar dari mereka sudah wafat, tetapi penampilan dan busana yang dikenakan tetap dikenang. Dari sejumlah trendsetter mode yang menjadi ikon tersebut bertalenta di dunianya masing-masing.
 
Sebut saja Josephine Baker (1906– 1975), yang semasa hidup dikenal sebagai penari, penyanyi, aktris, dan penghibur dalam dunia seni. Wanita berdarah Afrika-Amerika kelahiran St Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS), 3 Juni 1906, ini adalah perempuan keturunan Afrika Amerika pertama yang menjadi bintang di sejumlah film dan gedung konser di Amerika. Hal tersebut membuat perempuan yang bernama lahir Freda Josephine McDonald ini menjadi seorang selebritas ternama dunia.
 
Profesi menari ditekuninya sejak tampil bersama kelompok tari. Baker meraih sukses di Prancis sejak 1920 setelah pindah ke New York pada tahun yang sama. Dia muncul di acara musik Shuffle Along dan juga tampil di Cotton Club.
 
Pada 1925 Baker pergi ke Paris untuk tampil di La Revue Negre. Dalam penampilannya,dia memberikan kesan cukup mendalam. Momen itulah yang membuat kariernya menanjak. Saat itu Baker tampil dengan mengenakan rok yang terbuat dari pisang dan memukau orang banyak dengan gaya menarinya. Penampilan dan gaya berbusana yang diperlihatkan saat itu sampai sekarang sering menjadi objek diskusi. Inilah yang menjadi titik balik karier Baker yang menjadi warga negara Prancis pada 1937.
 
Di kemudian hari,Beker juga merambah dunia tarik suara. Menari dan menyanyi itulah yang membuatnya terus popular di Prancis. Baker bahkan menjadi salah satu wanita yang paling banyak difoto di dunia pada saat itu. Dalam sejarah hidupnya, penari yang sekaligus aktivis persamaan ras ini bukan hanya dikenal karena gayanya menari, namun juga busana yang dikenakan.
 
Majalah Time menilai, Baker menjadi lebih dikenal karena selera gaya busananya. Selain rok dari pisang, Baker menampilkan pernak-pernik keemasan dan sering menghiasi mahkotanya dengan topi unik. Untuk menambah pesona, Baker tidak lupa menambahkan pensil alis tipis, rambut hitam yang licin serta warna bibir yang gelap. Penampilan Baker ini bahkan sempat dinilai sebagai lambang dan estetika keindahan pada zamannya.
 
Karier yang ditekuni dan popularitas yang dimiliki memberikan perempuan yang gemar memelihara hewan ini penghasilan besar. Dia menghabiskan sebagian besar gajinya untuk belanja pakaian, perhiasan,dan hewan peliharaan.
 
Ikon mode lain yang juga tak kalah hebatnya ditunjukkan Farrah Fawcett (1947–2009). Perempuan berambut pirang nan cantik ini bukan hanya dikenal sebagai aktris, namun juga ikon busana di zamannya. Menurut catatan Time, pada dekade 1970-an setiap desainer berusaha untuk menampilkan Fawcett dalam karyanya. Maklum, dia dinilai sebagai aktris yang membantu mendefinisikan gaya di paruh kedua dekade ini.
 
Saat itu Fawcett sedang naik daun berkat perannya sebagai penyelidik swasta bernama ?? Jill Munroe pada serial televisi Charlie’s Angels pada 1976. Fawcett dikenal dengan gaya rambutnya yang sering disebut dengan celebrity hairstyle, pirang besar, berbulu, dan ikal.
 
Gaya rambutnya itu sering dijuluki “Farrah Flick”. Dia juga bahkan dikenal sebagai salah satu simbol seks paling terkenal. Salah satu posternya yang menampilkan pakaian renang merah dan pose kepala miring ke belakang dilaporkan terjual lebih dari 12 juta kali. Rekor ini membuat gambar tersebut sebagai poster terlaris sepanjang masa. Poster ini pertama kali dipublikasikan di majalah Life pada 1976.
 
 
Ketika foto ini diambil, Fawcett belum terlalu terkenal,karena dia belum menandatangani kontrak serial Charlie’s Angels. Namun, seorang fotografer lepas, Bruce McBroom, memilih Fawcett untuk model fotonya. Saat itu McBroom ingin mengambil gambar tentang bikini yang dipadukan dengan keindahan rambut pirang.
 
Selanjutnya, berbicara gaya busana, rasanya kurang pas jika tidak membicarakan Jacqueline Kennedy Onassis (1929–1994), ibu negara AS. Keindahan yang berbeda selalu ditampilkan Jackie, begitu dia biasa disapa. Menurut Time, pada dekade 1960-an, Jackie bukan hanya seorang istri Presiden AS. Dia juga mewakili gaya dan kecanggihan AS saat itu. Gayanya yang rapi, setelan pakaian sempurna sesuai dengan gaun dan sarung tangan serta tiga untaian kalung mutiara. Saat itu dia dinilai menampilkan perempuan yang inspiratif dan fashionable. Karena itu,gaya berbusananya banyak diadopsi wanita di seluruh dunia.
 
Tidak sedikit busananya yang menjadi ikon, seperti setelan Chanel merah muda yang dia kenakan pada hari pembunuhan suaminya, John F Kennedy. Pada 1968 dia menikah dengan raja kapal Aristotle Onassis. Kala itu gaya dan ciri khasnya berubah secara dramatis, penampilannya tetap elegan tetapi lebih kasual.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement