Advertisement
Advertisement

Batik Kudus Klasik ala Yogie Pratama

K. Wahyu Utami , Jurnalis-Sabtu, 25 Februari 2012 |12:49 WIB
Batik Kudus Klasik ala Yogie Pratama
Batik Kudus (Foto: K. Wahyu/okezone)
A
A
A

BANYAK desainer muda Indonesia yang mulai menggunakan batik sebagai bahan dasar rancangannya. Yogie Pratama salah satunya yang coba mengulik keindahan batik Kudus.
 
Batik di masa terdahulunya memang identik dengan kesan formal. Namun seiring perkembangan batik pun sanggup menembus masa modern lewat rancangan para desainer muda berbakat. Karya-karya bercitarasa tinggi tanpa meninggalkan kesan klasik dari batik itu sendiri pun menjadi hal menarik yang terus diulik para desainer muda hingga saat ini.
 
Yogie Pratama, desainer muda Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan fashion design dan adibusana di L'Ecole de la Chambre Syndicale Paris selama dua tahun itu pun bahkan tertantang untuk mengolah batik. Kali ini, batik Kudus menjadi kain tradisional yang disulapnya menjadi olahan busana modern nan cantik.
 
Mengusung tema The Glorious Era, Yogie menceritakan masa kejayaan heritage Indonesia yang sekarang sudah lebih bisa di terima oleh masyarakat Indonesia.
 
"Tema yang aku ambil memiliki nilai yang konservatif dan lebih terkesan klasif elegan. Unsur warna cokelat pun kental dalam rancangan batik aku sekarang," ujarnya saat berbincang dengan okezone di Ismaya Cathering Cafe, Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
 
Untuk koleksi yang ditampilkan dalam BCA Expo 2012 ini, dituturkannya menampilkan 5 koleksi ready to wear dimana menyuguhkan busana evening dress.
 
"Sebenarnya ada 10 koleksi pakaian, tapi tadi di fashion show cuma 5 saja yang ditampilkan. Tapi secara keseluruhan perpaduan motif fauna seperti burung dan kupu-kupu mendominasi koleksi aku," sambungnya.
 
Dengan pemakaian jenis bahan seperti tulle dan lace, Yogie menyuguhkan kesan klasik batik Kudus lewat tampilan warna khas batik asal Kota Kretek tersebut yakni hitam, biru dan cokelat tua. Menurutnya, warna-warna tersebut sangat mewakili keindahan dari batik itu sendiri.
 
"Batik Kudus identik dengan warna-warna cokelat. Itu sebabnya aku tidak mau menghilangkan kesan tersebut," tutupnya. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement