MESKI kasus Angelina Sondakh sedang menggelinding panas dan mau tak mau membawa-bawa nama Yayasan Puteri Indonesia, namun pihak organisasi yang dibawahi Wardiman Djojonegoro tersebut tetap optimistis bahwa kasus tersebut tak berimbas buruk bagi penyelenggaraan ajang Puteri Indonesia yang digelar setiap tahun.
Meruaknya kasus yang melibatkan nama mantan Puteri Indonesia 2001, Angelina Sondakh dalam kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games secara tak langsung memang mengguncang citra Yayasan Puteri Indonesia. Tak ditampik, pengaitan nama Angie –panggilan Angelina Sondakh- akan tetap berhubungan dengan yayasan yang sempat menaunginya tersebut.
Namun, walau isu yang tengah panas dan heboh di publik itu menguap penyelenggaraan Puteri Indonesia 2012 diharapkan tak terganggu dengan kasus tersebut.
Hal itu seperti diyakinkan Mega Angkasa selaku Head of Communcations Yayasan Puteri Indonesia (YPI).
“Alhamdulillah tidak ada impact apa-apa terkait kasus ini. Penyelenggaraan Puteri Indonesia 2012 sendiri sedianya akan tetap dilaksanakan pada November 2012,” tuturnya yang sempat berbincang dengan okezone melalui sambungan telepon, Senin (6/2/2012).
Tak ditampik, keberadaan kasus tersebut tentu mengganggu citra Yayasan yang telah menelurkan puteri-puteri berbakat di Indonesia tersebut. Kendati demikian, Mega yakin bahwa masyarakat cukup cerdas dalam menanggapinya.
“Saya pikir masyarakat mengenal Angie sebagai Puteri Indonesia 2001 yang otomatis tidak ada kaitan sejarah dengan Yayasan Puteri Indonesia. Kewajiban mereka yang perlu dipenuhi Puteri Indonesia yakni bahwa mereka harus menjaga citra PI dimanapun mereka berada. Itu sudah jadi ketentuannya,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.