Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesegaran Kopi Permanis Busana Batik

Dwi Indah Nurcahyani , Jurnalis-Kamis, 23 Juni 2011 |10:06 WIB
Kesegaran Kopi Permanis Busana Batik
Model memamerkan koleksi Ki Artik. (Foto: Runi/Okezone)
A
A
A

PEKATNYA kopi dan kesegaran yang diciptakan dari aroma khasnya tertuang indah dalam potongan-potongan busana batik tradisional yang digarap secara modern. Ki Artik Batik Culture mempersembahkannya.

Batik yang menjadi warisan budaya nasional memang tak pernah habis untuk diulik. Meski materialnya sangat tradisional, cita rasa batik dari zaman ke zaman semakin terasa segar. Tak heran, busana tradisional tersebut mampu menembus modernisasi dan bersaing di antara busana-busana modern lainnya yang menyesaki ruang mode Tanah Air.

Kesegaran kreasi yang ditawarkan para desainer dalam menggarap batik serta penciptaan inovasi yang mengikuti kebutuhan warga kosmopolitan membuat batik tetap jadi primadona mode. Hal itupun disadari oleh Ki Artik Batik Culture. Sebagai pendatang baru di dunia mode, Ki Artik berusaha menyuguhkan pilihan busana batik yang modern tanpa mengesampingkan nilai khas dari warisan adiluhung tersebut.

"Saat ini memang banyak batik yang ada di pasaran, di mana umumnya menggunakan ‘printing’. Itu adalah tuntutan sosial. Jadi sah-sah saja. Sementara kami sendiri memiliki misi untuk tetap memberikan eksklusivitas batik lewat karya kami yang menggunakan batik tulis," ujar Emilia Surya, CEO Ki Artik batik culture pada sesi konferensi pers Esmod Fashion Festival 2011 di Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Dalam parade fesyen yang diselenggarakan sekolah fashion design bertaraf internasional ini, Ki Artik mempersembahkan sebuah pergelaran busana yang menampilkan 30 kreasi busana, di mana empat busana di antaranya adalah busana pria.

Lewat tema “D'Passion of Latte”, Ilham dan Zacky (fesyen desainer Ki Artik) mempersembahkan potongan busana batik dengan gaya kontemporer.

"Kami ingin memperkenalkan batik dalam bentuk yang ringan, populer, dan manis tanpa meninggalkan esensi dari batik itu sendiri sebagai warisan budaya dan kain tradisional yang mengandung unsur-unsur yang sering dikenal berat. Sama halnya dengan kopi ‘Latte’ yang merupakan pengembangan kopi tradisional. Di mana memiliki rasa berat namun dibuat lebih ringan dan dapat dinikmati banyak orang. Kami pun menginginkan batik kontemporer yang kami sajikan ini terlihat ringan dan dapat disambut hangat pasar," ujar Zacky.

Pada malam tersebut, rancangan yang ditawarkan Ki Artik terlihat dengan siluet seksi dan glamor lewat sekuel “evening gown”.

"Busana yang saya kreasikan sifatnya elegan dan ‘lady like’," beber Ilham. Tak heran, potongan-potongan mini dress hingga long dress yang ringan melayang dengan aksen lipit  dan rumbai-rumbai tampak mendominasi busana malam itu. Sekuel berikutnya yang merupakan rancangan Zacky justru terlihat sedikit berseberangan dengan tawaran desain yang dekonstruktif dan sedikit edgy. Di sini, tampilan dress berbahan batik dan sutra dengan paduan kombinasi warna cokelat muda hasil pewarnaan dari ampas kopi tersebut dipadukan dengan warna turquoise, putih, dan krem sebagai pemanis. Untuk mengesankan sisi edgy, busana batik yang dihasilkan disisipi dengan capuchon.

"Tawaran batik kami memang berbeda dengan yang lain. Selain dari sisi desain yang edgy dan eksperimental, kami juga menawarkan kekhasan teknik yang digunakan. Dan kami akan selalu berinovasi dari waktu ke waktu dalam menciptakan karya," tutup Ema.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement