Advertisement
Advertisement

"ASI Eksklusif Terbaik Tidak Sampai 6 Bulan"

Fitri Yulianti , Jurnalis-Senin, 17 Januari 2011 |15:57 WIB
(Foto: gettyimages)
A
A
A

ASI eksklusif untuk enam bulan pertama belum tentu terbaik untuk kesehatan bayi. Karenanya, makanan padat bisa diperkenalkan sejak dini, yakni usia empat bulan.

Para peneliti Inggris mengatakan demikian untuk menjawab rasa ingin tahu para ibu baru. Tim yang dipimpin oleh seorang dokter anak dari University College London mengatakan, bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif enam bulan bisa menderita kekurangan zat besi dan mungkin lebih rentan terhadap alergi.

Studi tersebut menegaskan, bayi bisa mulai disapih makanan padat sejak empat bulan, meskipun beberapa ahli masih berpegang pada pedoman yang ada, yakni enam bulan. Demikian seperti dilansir dari Health24, Senin (17/1/2011).

Rekomendasi WHO

10 tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan.

"Banyak negara-negara Barat, termasuk 65 persen dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat memilih untuk tidak mengikuti rekomendasi ini sepenuhnya, atau tidak sama sekali," kata penulis penelitian, meskipun Inggris mematuhinya.

Rekomendasi WHO merupakan hasil penelaahan terhadap 16 penelitian, termasuk dari tujuh negara-negara berkembang.

Kesimpulannya, bayi yang diberikan ASI hanya selama enam bulan mengalami infeksi lebih sedikit dan tidak mengalami masalah pertumbuhan.

Sanggahan rekomendasi WHO

Namun, penelaahan 33 studi lainnya menegaskan bahwa memperkenalkan makanan padat sebaiknya pada usia 4-6 bulan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui selama enam bulan gagal memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Sebuah studi AS pada 2007 menemukan, bayi ASI eksklusif selama enam bulan lebih mungkin mengembangkan anemia daripada yang diperkenalkan makanan padat pada usia 4-6 bulan.

Penyakit yang muncul

Tentang masalah alergi, para peneliti Swedia menemukan insiden serangan penyakit Celiac (sindrom malabsoprsi di mana usus tidak mampu menyerap nutrisi makanan) dini meningkat setelah WHO mengeluarkan rekomendasi untuk menunda pengenalan makanan padat hingga usia bayi mencapai enam bulan.

"Dan, angka insiden kembali ke tingkat semula setelah dikeluarkan rekomendasi untuk memberikan makanan padat pada bayi sejak usia empat bulan," tegas penulis.

Para penulis menegaskan, bagaimanapun rekomendasi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan tetap yang terbaik untuk negara-negara berkembang, yang memiliki angka kematian lebih tinggi terhadap infeksi.

Namun di negara maju, rekomendasi tersebut akan merugikan kesehatan dan dapat mengurangi kesempatan para ibu untuk memperkenalkan rasa yang baru.

"Makin pahit rasa, terutama, penting dalam penerimaan anak terhadap sayuran berdaun hijau. Ini berpotensi memengaruhi pilihan makanan dan kondisi kesehatannya di kemudian hari, seperti obesitas," tegas penulis.

Bercermin dari penelitian tersebut, panel Otoritas Keamanan Makanan Eropa (European Food Safety Authority) pada produk diet, nutrisi, dan alergi menyimpulkan bahwa untuk bayi di Uni Eropa, makanan pelengkap aman diperkenalkan aman antara 4-6 bulan.

Bantahan studi

Namun, para ahli di Inggris menantang temuan dari studi terbaru ini.

"Saya benar-benar menentang saran dari tinjauan bahwa Inggris harus mempertimbangkan kembali pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Saya percaya bahwa ini adalah langkah mundur industri makanan bayi yang telah gagal mendukung kebijakan pemberian ASI eksklusif enam bulan di Inggris," kata Janet Fyle, Penasihat Kebijakan Profesional di Royal College Midwives.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement