Advertisement
Advertisement

Anak Manja Boleh tapi Ada Batasnya

Koran SI , Jurnalis-Jum'at, 06 Agustus 2010 |12:30 WIB
Anak Manja Boleh tapi Ada Batasnya
Mengikuti kemauan anak memang sah-sah saja. Tetapi kalau sudah lewat masa balita tetapi masih suka merengek dan mengamuk jika keinginannya tidak terpenuhi, itu namanya anak manja. (Foto: Google)
A
A
A

MENGIKUTI kemauan anak memang sah-sah saja. Tetapi kalau sudah lewat masa balita tetapi masih suka merengek dan mengamuk jika keinginannya tidak terpenuhi, itu namanya anak manja. Bagaimana mengatasinya?
 
Setiap pasangan suami-istri suatu kali pasti pernah diperingatkan oleh orang lain atau bahkan orang tuanya, ”Jangan memanjakan anak!”. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan anak manja?
 
Benarkah anak yang dituduh manja tersebut memang benar-benar manja? Atau hanya karena orang tuanya yang memberi label anak manja?
 
Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mencegah agar kita tidak memanjakan anak? Kebanyakan ahli perkembangan anak merasa jengah ketika mendengar kata ”anak manja”. ”Itu benar-benar istilah yang sudah ketinggalan zaman,” kata David Elkind PhD, seorang profesor perkembangan anak di Tufts University, Amerika Serikat, dan penulis buku “The Hurried Child: Growing Up Too Fast Too Soon”.
 
”Orang tua yang sering memanjakan anak sering kali jauh dari niat baik mereka yang ingin memberikan semua yang diminta anak-anak tanpa usaha dari anakanak itu. Padahal, kehidupan di dunia tidak semudah yang dibayangkan,” tutur Elkind seperti dikutip laman webmd.com. Elkind menegaskan, Anda tidak boleh memanjakan anak.
 
”Anak merengek ketika menginginkan sesuatu dan sulit untuk tidak memanjakan mereka karena mereka tidak berusaha melakukan manipulasi atau manuver apa pun. Padahal, di masa anak-anak, Anda benar-benar perlu membangun perasaan bahwa dunia adalah tempat yang aman,” ujarnya.
 
Memang, lanjut dia, boleh-boleh saja memanjakan balita dengan memberikan mereka apa pun yang diminta, tidak menetapkan batasan dan tidak mengharapkan anak untuk melakukan apa saja yang baik dan sehat bagi mereka, tetapi sebaiknya hal itu tidak dilakukan. Bahkan, semenjak bayi berusia 6 bulan.
 
”Ada begitu banyak yang dipertanyakan orang tua terkait literatur di luar sana yang terus saja berbicara tentang memanjakan anak. Ini adalah mitos yang benarbenar perlu disikapi,” terang Peter A Gorski MD, Direktur Klinik Kesehatan Ibu dan Bayi Lawton and Rhea Chiles Center dan profesor kesehatan masyarakat, pediatri, dan psikiatri di University of South Florida, Amerika Serikat.
 
Gorski mengatakan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orang tuanya merespons lebih cepat terhadap kebutuhan mereka, termasuk teriakan mereka, mengakibatkan anak akan lebih bahagia dan mandiri pada ulang tahun pertama anak tersebut. Anak, ujar dia, akan belajar untuk percaya bahwa Anda berada di sisinya saat dibutuhkan.
 
Bagaimana dengan amukan saat balita marah? Apakah anak tersebut terbilang manja? ”Tidak,” kata Elkind. Amukan atau rengekan hanyalah bagian dari perkembangan normal anak. ”Sikap itu hanyalah waktu bagi anakanak untuk membedakan diri mereka sendiri dan mereka melakukan itu dengan mengatakan kata tidak,” jelasnya.
 
”Itu normal,” tegas Elkind lagi. Karena itu, dia meminta Anda tidak perlu menetapkan batasan akan rengekan anak, tetapi bukan berarti juga Anda harus selalu menyerah kepada anak. Selalu mengatakan ”Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!” setiap kali meminta anak memakai baju atau melahap makanannya bukan berarti dia manja. Itu hanya menandakan dia ”sudah” berusia 2 tahun.
 
Lalu, seperti apa tanda-tanda anak berlaku manja? Pertama, saat makan malam. Ketika Anda menyediakan makan di meja, anak Anda tidak mau memakan makanan yang sudah tersaji di meja. Anak Anda menginginkan makanan lain dan Anda membuatkannya meskipun makanan yang dia minta tidak memiliki kecukupan nutrisi untuk perkembangannya.
 
Mungkin untuk sekali atau dua kali Anda bisa menuruti kemauannya. Namun jika Anda membuatkan makanan apa yang dimintanya setiap malam, maka Anda telah memanjakan anak untuk tidak menerima segala sesuatu apa adanya. ”Toh, anak usia 5 tahun jika melewatkan makan malam satu kali pun sebenarnya tidak akan menyakitinya,” kata Elkind.
 
Kedua, selalu merengek. Elkind mengatakan, luapan kemarahan memang biasa pada anakanak, tapi jika pada anak 5 hingga 6 tahun dia melempar segala sesuatu yang ada di sekelilingnya karena tidak mendapatkan apa yang mereka mau, itu bukan hal yang wajar. ”Pada satu sisi, bisa jadi itu hanyalah caranya mengungkapkan perasaan. Tetapi pada anak dengan usia yang sudah lebih tua, maka hal itu bisa jadi merupakan manipulasi,” jelasnya.
 
Yang ketiga, ketergantungan kepada orang tuanya. Misalnya, anak Anda tidak mau tidur sendiri tanpa ditemani ayah atau ibunya, bahkan si anak tidak mau ditemani baby sitter atau neneknya. Atau anak tidak mau pergi sekolah jika Anda tidak mengantar atau menjemputnya di sekolah. Ini tentu saja sebuah masalah. Elkind menuturkan, seorang anak yang sangat bergantung pada ibunya saat dewasa nanti dia tidak akan bisa belajar untuk merasa nyaman terhadap dirinya dengan orang lain.
 
Daripada anak manja, Gorski sepakat untuk menggunakan istilah ”terlalu asyik dengan diri sendiri” ”terlalu mengekang”. Anak-anak ini sebenarnya mungkin telah menjalankan peraturan di rumah, tetapi kebanyakan mereka berlaku manja karena orang tuanya sendiri yang memperlakukan mereka seperti mereka jauh lebih muda dari usianya.
 
”Sebuah tanda utama dari anak manja adalah anak yang sebenarnya sudah berusia lebih tua namun bersikap bertindak seperti bayi atau anak balita seperti menendang dan menjerit, sampai berlaku kasar kepada anak-anak lain. Mereka tidak menggunakan cara-cara yang sesuai dengan umur mereka saat mengomunikasikan pikiran dan perasaan,” katanya.
 
”Ini menandakan bahwa mereka sangat tidak nyaman dengan diri mereka sendiri,” tambah Gorski.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement