BAGAIMANA menyikapi jika si kecil ingin memilih sekolah dan tempat kursus sendiri? Bolehkah?
Sebagai orangtua, Anda pasti memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik pada anak-anaknya. Mulai dari hal-hal ringan hingga yang paling penting, tentu saja orangtua ingin sesuatu yang sempurna untuk buah hati.
Kebingungan tentu saja akan dialami orangtua jika anak ingin memilih sendiri sekolah atau tempat kursus yang ingin mereka ikuti. Kebingungan orangtua itu, ternyata ditanggapi serius Kepala SDN XII di kompleks Pejaten, Jakarta Selatan, Wahyudi Kuswantoro.
Dia mengatakan bahwa sesekali orangtua boleh saja membiarkan anak-anaknya memilih sendiri sekolah yang diinginkan. Asalkan, sekolah yang dipilih benar-benar bisa memberikan yang terbaik bagi anak dan cocok untuk mengembangkan potensi yang ingin dikembangkan anak-anak.
"Anak-anak sekarang sudah sangat berbeda dengan anak-anak tahun 80-an. Sekarang anak-anak sudah bisa berpikir dan lebih pintar memilih apa yang mereka inginkan," kata Wahyudi.
Keinginan seorang anak dalam memilih sekolah atau tempat kursus sendiri, sebenarnya sangat baik bagi proses kemandirian anak. Namun, tugas orangtua adalah mengamati dan mencari informasi apakah tempat kursus atau sekolah yang diminati anak tersebut cocok dengan kualitas pendidikan yang ditawarkan.
"Kadang-kadang anak ingin memasuki sebuah sekolah karena anjuran dari teman-teman sepermainannya. Bahkan, ada pula yang ikut-ikutan. Itu yang harus diwaspadai," ujar dia. Yang perlu diwaspadai lagi jika anak mendesak agar bersekolah atau kursus di tempat tertentu, orangtua harus bertanya kepada teman-teman dekat si anak ke mana mereka ingin bersekolah.
Jika jawaban mereka sama, berarti sekolah atau tempat kursus yang diimpikan itu hanyalah untuk ikut-ikutan dengan teman-teman, dan itu perlu dipikirkan ulang.
"Kalau kasusnya sudah demikian, ada baiknya orangtua memberikan teguran agak keras pada anak-anaknya. Karena sekolah yang dipilih berdasarkan ikut-ikutan akan membuat anak lebih banyak bermain dari pada belajar nantinya," tegas Wahyudi.
Senada dengan Wahyudi, salah satu pengajar di Pusat Pelatihan Bahasa Inggris, Kurnia Astrado mengatakan, sangat banyak anak yang mengaku datang ke tempat kursusnya karena kesepakatan dengan teman-teman. Hasilnya tidak terlalu memuaskan karena mereka lebih banyak bercanda di dalam ruangan daripada belajar dengan serius.
"Kalau saya menyarankan lebih baik anak-anak bertemu teman-teman baru daripada membuat sebuah grup, namun dengan teman-teman yang telah mereka kenal karena mereka akan bercanda terus," terang Kurnia.
Mengikuti pelajaran di sekolah ataupun di tempat kursus dengan teman-teman yang dikenal memang memiliki dampak positif dan negatif. Namun, menurut Kurnia, akan lebih baik di tempat kursus anak melatih kemandirian bersosialisasi dengan teman-teman baru.
"Dari situ kita tahu, bagaimana anak mengatasi rasa takut dan malunya ketika bertemu dengan anak seusia dia yang baru dikenal," tutur pria berkacamata ini.
(Nurfajri Budi Nugroho)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.