Meskipun memiliki kandungan pemanis yang sama-sama berasal dari stevia, setiap produk yang dijual di pasaran bisa mempunyai komposisi dan konsentrasi berbeda. Ada produk yang menggunakan ekstrak glikosida steviol dengan tingkat kemurnian tertentu.
Ada pula produk yang mencampurkan stevia dengan bahan lain. Di antaranya, eritritol, maltodekstrin, atau bahan pengisi lainnya.
Perbedaan komposisi tersebut membuat jumlah produk yang perlu digunakan untuk menghasilkan rasa manis tertentu juga tidak selalu sama. Karena itu, angka 240 miligram tidak bisa langsung diterjemahkan menjadi 240 miligram bubuk stevia atau satu sendok takar produk tertentu.
Konsumen perlu memperhatikan kandungan bahan aktif dan informasi takaran saji yang tercantum pada label kemasan. Sebelum menggunakan pemanis stevia, masyarakat disarankan untuk lebih teliti membaca informasi pada kemasan. Dengan membaca label secara teliti, konsumen dapat memperkirakan jumlah pemanis yang dikonsumsi setiap hari.
“Sebenarnya kalau untuk stevia, itu sekitar 4 mg per berat badan per hari. Jadi kalau misalnya beratnya 60 jadi sekitar 240 mg,” jelas dr. Amadea.
“Nah terus 240 mg itu seberapa banyak misalkan ya kalau beratnya 60 mg? Nah balik lagi, kita makanya harus baca takaran sajinya karena 240 mg stevia atau produk kemasan itu tuh konsentrasinya berbeda-beda. Jadi kita harus emang jeli membaca,” tutupnya.
(Djanti Virantika)