FOTO makanan yang terlihat lezat tentu membuat seseorang tertarik mencoba sebuah restoran. Namun, belakangan ini, beberapa restoran mulai menggunakan AI untuk mempromosikan menu mereka.
Sayangnya, tidak semua gambar buatan AI berhasil menggugah selera. Ada pula yang malah terlihat aneh karena tekstur, bentuk, hingga susunan bahan makanannya tidak tampak seperti makanan sungguhan.
Dilansir dari The Guardian, tren foto menu buatan AI mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa gambar bahkan menuai kritik karena tampilannya dianggap tidak menggugah selera.
Dengan bantuan AI, pemilik usaha bisa menghemat budget karena tidak harus menyewa fotografer atau desainer grafis. Pembuatannya juga relatif praktis karena hanya perlu menuliskan prompt sesuai dengan deskripsi makanan yang ingin ditampilkan.
Salah satu masalah yang sering muncul adalah tekstur makanan yang terlihat tidak alami. Gambar makanan buatan AI cenderung memiliki warna terlalu mencolok, permukaan yang terlihat seperti karet, atau susunan bahan yang tidak masuk akal. Akibatnya, gambar yang seharusnya membuat orang lapar justru bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.