JAKARTA - Air Terjun Robo jadi viral di media sosial usai tragedi meninggalnya seorang gadis 25 tahun asal Padang Pariaman bernama Windy Rahma Putri. Ia diduga tergelincir dari ketinggian, terseret arus deras, lalu hilang tenggelam di bawah air terjun.
Air Terjun Robo berada di kawasan Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Air terjun ini menawarkan pesona pemandangan alam perbukitan batu kapur yang asri dengan tebing curam dan aliran air alami yang jernih.
Dilihat dari medannya, Air Terjun Robo memiliki bebatuan yang cukup berlumut, licin, serta memiliki jeram atau aliran air deras dengan sudut kemiringan tinggi menuju aliran di bawahnya. Berbeda dengan beberapa air terjun utama lain di Lembah Harau, seperti Sarasah Bunta atau Sarasah Aka Barayun yang memiliki tebing tegak sangat tinggi hingga ratusan meter, Air Terjun Robo memiliki karakteristik berupa tingkatan bertingkat di atas bebatuan tebing dengan ketinggian sekitar 70 meter dari bagian atas bukit.
Pada Kamis sore, 15 Oktober 2026 sekitar pukul 15.45 WIB, korban berkunjung ke Air Terjun Robo bersama teman-temannya. Saat menikmati suasana dan mandi-mandi di area aliran air, korban sempat merebahkan badan di jalur aliran air terjun sementara teman-temannya mengabadikan momen tersebut.
Namun, posisi aliran air yang deras dan dasar bebatuan yang licin menyebabkan korban hilang keseimbangan. Korban tergelincir dari ketinggian 25 meter, terseret arus deras, lalu hilang tenggelam di bawah air terjun. Kejadian ini sempat terekam kamera dan videonya menyebar di media sosial.