JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan bahwa event tourism diprediksi bakal menjadi tren wisata teratas di Indonesia pada 2027. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, saat membuka Launching Prambanan Shiva Festival 2027 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Ni Luh Puspa menjelaskan, proyeksi tersebut mengacu pada survei para ahli dalam Indonesia Tourism Outlook 2026-2027 yang menempatkan wisata berbasis acara sebagai tren berwisata paling potensial di Tanah Air.
“Survei para ahli dalam Indonesia Tourism Outlook 2026-2027 menempatkan event tourism sebagai tren berwisata teratas yang diproyeksikan berkembang di Indonesia pada tahun 2027,” ujar Ni Luh Puspa.
Ia menilai momentum ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan ragam destinasi nasional, khususnya wisata berbasis budaya lokal, alam, dan masyarakat, termasuk perjalanan ziarah serta retreat spiritual.
Tren ini juga sejalan dengan laporan Global Wellness Economy Monitor 2025 yang mencatat peningkatan minat wisatawan terhadap pengalaman spiritual dan budaya. Oleh karena itu, Kemenpar terus mendorong berbagai destinasi agar sejalan dengan tren tersebut, salah satunya melalui gelaran Prambanan Shiva Festival 2027.
“Melalui perpaduan tradisi keagamaan, ekspresi seni, serta keagungan kawasan candi, Prambanan Shiva Festival dapat menghadirkan pengalaman spiritual dan budaya yang berdampak, sekaligus menjadi daya tarik kunjungan wisatawan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ni Luh Puspa optimistis peluang pariwisata dari festival ini bakal terdorong oleh tren positif pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, perjalanan wisnus tercatat mencapai 842,15 juta atau tumbuh 4,29 persen. Sementara itu, kunjungan wisman mencapai 10,58 juta atau tumbuh 5,38 persen.
Ia menekankan bahwa Prambanan Shiva Festival telah terbukti mampu mendongkrak kunjungan wisman dan memberikan dampak ekonomi signifikan. Pada puncak penyelenggaraan tahun 2026 lalu, angka kunjungan mencapai 10.631 wisatawan, melibatkan 350 pekerja seni, serta mencatatkan perputaran ekonomi hingga Rp1,3 miliar.
“Kita tidak ingin pariwisata hanya berbicara soal angka. Kita ingin pariwisata memberikan dampak yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia,” tegas Ni Luh Puspa.
Saat diwawancarai usai acara, Ni Luh Puspa menuturkan bahwa Kemenpar memandang Prambanan Shiva Festival sebagai bentuk diversifikasi produk acara untuk menarik lebih banyak wisatawan, terutama dari kawasan Asia dan India.
Prambanan Shiva Festival 2027 sendiri rencananya merangkum dua agenda besar, yakni Shivaratri pada Januari dan Mahashivaratri pada Maret 2027. Saat ini, Kemenpar tengah berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar India untuk Indonesia dalam memasarkan paket perjalanan wisata festival tersebut.
“Promosi melalui pemasaran ke India sudah dilakukan, kemudian ke Paris, dan bulan depan akan kami bawa ke WTM London. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan Kedutaan Besar India agar jangkauan promosi terkait Prambanan Shiva Festival ini bisa jauh lebih luas,” pungkasnya.
(Agustina Wulandari )