Agar penyiraman memberikan manfaat maksimal, lakukan sejumlah langkah ini:
Periksa kelembapan tanah. Masukkan jari beberapa sentimeter ke dalam tanah. Jika masih terasa basah, tunda penyiraman.
Siram secara perlahan. Arahkan air ke tanah di sekitar area akar, bukan hanya membasahi permukaan tanah.
Jangan menumpuk air di pangkal batang. Area batang yang terus-menerus basah meningkatkan risiko penyakit akar dan pangkal batang.
Pastikan drainase baik. Jika menggunakan pot, pastikan terdapat lubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat keluar.
Gunakan mulsa organik bila diperlukan. Lapisan daun kering atau bahan organik yang sesuai membantu menjaga kelembapan tanah. Beri jarak dari batang agar pangkalnya tidak terus lembap.
Akar alpukat relatif dangkal sehingga membutuhkan kelembapan yang cukup, tetapi juga sensitif terhadap tanah yang tergenang. Penyiraman yang tepat membantu mencegah stres air sekaligus mengurangi risiko busuk akar.
Ketika pohon alpukat mulai berbunga hingga buah berkembang, usahakan kelembapan tanah tetap stabil. Kekurangan air dapat mengganggu perkembangan buah dan menurunkan kualitas panen.
Namun, bukan berarti tanaman harus disiram lebih banyak setiap hari. Jika hujan sudah membasahi tanah, air tambahan mungkin tidak diperlukan. Sebaliknya, ketika cuaca panas dan tanah cepat mengering, penyiraman perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan.
(Djanti Virantika)