AKHIR pekan ini, perhatian publik Indonesia akan tertuju ke Mandalika. Tepatnya, di Sirkuit Mandalika akan digelar MotoGP Mandalika 2026. Marc Marquez cs siap mengukir sejarah baru untuk jadi pemenang di balapan tersebut.
Mandalika sendiri merupakan salah satu kawasan pariwisata unggulan Indonesia yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kawasan ini dikenal memiliki keindahan alam berupa pantai berpasir putih, perbukitan hijau, serta panorama laut yang memukau.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, nama Mandalika semakin dikenal dunia berkat keberadaan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Sirkuit ini menjadi lokasi penyelenggaraan ajang balap motor MotoGP.
Pengembangan Mandalika menjadi kawasan pariwisata terpadu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat internasional. Melalui penetapannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Mandalika diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengandalkan sektor pariwisata, investasi, dan penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala internasional.
Mandalika ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Kawasan ini memiliki luas sekitar 1.035,67 hektare dan dirancang untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Status KEK memberikan kerangka khusus bagi pengembangan investasi dan kegiatan usaha melalui dukungan kebijakan serta fasilitas yang berlaku. Dengan potensi alam yang dimiliki, Mandalika dinilai mampu menarik investor untuk membangun hotel, resor, fasilitas rekreasi, dan berbagai infrastruktur penunjang pariwisata.
Bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Pengembangan kawasan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, memperluas peluang usaha masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Lombok dan wilayah Nusa Tenggara Barat.
Salah satu langkah penting dalam pengembangan Mandalika adalah pembangunan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Kehadiran sirkuit ini merupakan bagian dari strategi untuk mengembangkan pariwisata olahraga atau sports tourism di Indonesia.
Pembangunan sirkuit dimulai pada 2020 dan diresmikan pada November 2021. Setelah itu, Mandalika menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan balap internasional, termasuk World Superbike dan MotoGP.
MotoGP Indonesia pertama kali digelar di Sirkuit Mandalika pada 2022. Penyelenggaraan ajang tersebut membawa nama Mandalika ke panggung internasional sekaligus memperkenalkan Lombok kepada penggemar olahraga otomotif dari berbagai negara.
Perlu dipahami bahwa Mandalika tidak seluruhnya diubah menjadi sirkuit. Sirkuit merupakan salah satu fasilitas utama di dalam kawasan pariwisata yang lebih luas. Pengembangannya tetap mencakup hotel, destinasi alam, fasilitas rekreasi, dan berbagai sarana pendukung kegiatan wisata.
Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi daya tarik utama kawasan ini, terutama bagi penggemar olahraga otomotif. Lintasan tersebut memiliki panjang sekitar 4,3 kilometer dengan 17 tikungan yang menuntut keterampilan, ketepatan, dan strategi para pembalap.
Keunikan sirkuit ini terletak pada lokasinya yang berada di kawasan pesisir dengan latar belakang perbukitan dan panorama alam tropis. Perpaduan antara lintasan balap modern dan lingkungan alam menjadikan Mandalika memiliki karakter tersendiri dibandingkan sejumlah sirkuit internasional lainnya.
Penyelenggaraan MotoGP juga membutuhkan dukungan berbagai fasilitas, mulai dari tribun penonton, akses transportasi, akomodasi, hingga layanan keamanan dan kesehatan. Kebutuhan tersebut turut mendorong pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di sekitar kawasan.
Mandalika tidak hanya menawarkan pengalaman menyaksikan balapan motor. Kawasan ini juga memiliki beragam destinasi alam yang dapat dikunjungi sepanjang tahun.
Pantai Kuta Mandalika menjadi salah satu destinasi populer dengan hamparan pasir dan pemandangan laut yang menarik. Tidak jauh dari kawasan tersebut, Pantai Tanjung Aan menawarkan teluk dengan air laut jernih yang cocok untuk menikmati suasana pesisir.
Wisatawan juga dapat mengunjungi Bukit Merese untuk menikmati panorama laut dari ketinggian, terutama saat matahari terbenam. Keberadaan berbagai destinasi ini menunjukkan bahwa potensi Mandalika tidak bergantung sepenuhnya pada kalender penyelenggaraan kejuaraan balap.
Dengan memadukan wisata alam, budaya lokal, kuliner, dan olahraga internasional, Mandalika memiliki peluang untuk menarik beragam kelompok wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
(Djanti Virantika)