BAJU putih memang terlihat bersih dan mudah dipadukan dengan berbagai pakaian. Namun, seiring waktu, warna putih pada pakaian bisa berubah menjadi kekuningan atau tampak kusam.
Perubahan warna tersebut dapat disebabkan berbagai hal. Mulai dari penggunaan deterjen atau pelembut pakaian secara berlebihan, noda deodoran, proses oksidasi, hingga cara penyimpanan pakaian yang kurang tepat.
Kualitas air yang digunakan untuk mencuci juga dapat berpengaruh. Air sumur dengan kandungan mineral tertentu, misalnya, dapat membuat pakaian putih lebih mudah mengalami perubahan warna.
Kabar baiknya, baju putih yang sudah menguning masih bisa dicoba dikembalikan kecerahannya. Selain menggunakan produk pemutih khusus pakaian, beberapa bahan seperti baking soda dan cuka putih juga dapat digunakan sebagai alternatif.
Namun, sebelum mencoba cara apa pun, selalu periksa label perawatan pakaian. Tidak semua jenis kain dapat dicuci dengan air panas atau terkena bahan pemutih.
Dilansir dari Healthy Line, berikut cara yang bisa dicoba untuk memutihkan baju:
Cara pertama adalah menggunakan produk pemutih atau pencerah khusus untuk pakaian putih. Produk laundry whitener memang diformulasikan untuk membantu mencerahkan tampilan kain sekaligus mengurangi perubahan warna akibat noda atau lunturan warna dari pakaian lain.
Cara penggunaannya dapat berbeda-beda tergantung produk. Karena itu, ikuti takaran dan petunjuk yang tercantum pada kemasan. Beberapa produk dapat digunakan sebagai bahan perendaman sebelum mencuci, sementara produk lainnya dapat langsung ditambahkan bersama deterjen pada siklus pencucian.
Baking soda dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menggunakan bahan alternatif untuk membantu mencerahkan pakaian. Salah satu cara yang sederhana adalah menambahkan baking soda langsung ke dalam tabung mesin cuci sebelum siklus pencucian dimulai.
Sebaiknya jangan memasukkan baking soda ke dalam dispenser deterjen karena bubuk tersebut berpotensi menyebabkan penyumbatan. Cara lainnya adalah membuat larutan baking soda dan air. Rendam baju putih selama kurang lebih satu jam sebelum mencucinya menggunakan siklus pencucian untuk pakaian putih.
Selain membantu mencerahkan pakaian, baking soda juga dapat membantu menetralisasi bau yang menempel pada kain.
Cuka putih atau distilled white vinegar juga dapat digunakan sebagai alternatif tanpa pemutih klorin. Cuka memiliki sifat asam yang dapat membantu mengurangi kusam dan menetralisasi bau pada kain.
Untuk menggunakannya sebagai bahan perendaman, campurkan cuka putih dengan air hangat. Kemudian, rendam pakaian putih selama sekitar satu jam hingga semalaman.
Setelah itu, cuci pakaian seperti biasa menggunakan deterjen. Cuka juga dapat ditambahkan ke dalam siklus pencucian bersama deterjen. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis kain dan petunjuk perawatan pakaian.
Salah satu kesalahan yang dapat membuat baju putih berubah warna adalah mencampurnya dengan pakaian berwarna. Warna dari pakaian lain dapat luntur selama proses pencucian dan menempel pada kain putih.
Karena itu, biasakan mencuci pakaian putih secara terpisah dari pakaian berwarna atau gelap. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga warna putih tetap cerah sekaligus mengurangi risiko terkena lunturan warna.
Penggunaan deterjen dan pelembut pakaian dalam jumlah berlebihan juga dapat membuat residu menumpuk pada serat kain. Alih-alih menjadi lebih bersih, pakaian justru dapat terlihat kusam.
Gunakan deterjen dan pelembut sesuai takaran yang direkomendasikan pada kemasan. Hindari pula memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam mesin cuci. Mesin cuci yang terlalu penuh membuat air dan deterjen tidak dapat bergerak dengan optimal di antara pakaian.
Mencuci baju putih dengan air hangat atau panas dapat membantu mengangkat kotoran tertentu dan menjaga tampilan pakaian tetap cerah. Namun, penggunaan air panas tidak cocok untuk semua jenis kain.
Bahan seperti wol, katun tertentu, linen, dan sutra dapat mengalami penyusutan atau kerusakan jika dicuci dengan suhu yang terlalu tinggi. Karena itu, selalu jadikan label perawatan pakaian sebagai panduan utama sebelum memilih suhu pencucian.
(Djanti Virantika)