Sering Jajan Mecin? Menkes Ingatkan Bisa Bikin Darah Tinggi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Kamis 24 September 2026 11:10 WIB
Sering Jajan Mecin? Menkes Ingatkan Bisa Bikin Darah Tinggi (Foto: Instagram)
Share :

JAKARTA – Jajanan gurih dengan taburan bumbu atau penyedap rasa memang sulit ditolak. Namun, terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kandungan natrium tinggi dapat berdampak pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kandungan makanan yang dikonsumsi, terutama jajanan yang tinggi natrium.

Dalam sebuah pernyataan, Budi menyoroti cimol yang belakangan banyak dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, makanan tersebut lebih banyak memberikan asupan kalori dan natrium dibandingkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

“Cimol ini katanya lagi viral banget ya, tapi sebenarnya kamu lagi makan apa sih? Nol banget gizinya. Bahan utamanya tapioka, sudah itu digoreng, nyerep minyaknya banyak banget, udah padat kalori,” ujar Budi.

Bumbu Jajanan Bisa Jadi Sumber Natrium

Selain bahan utama dan cara pengolahannya, Budi juga menyoroti penggunaan bumbu dalam jajanan. Taburan bumbu yang cukup banyak dapat menjadi sumber natrium tambahan.

“Ada juga versi yang kayak gini nih, bumbunya banyak banget, ini sumber natrium. Kenyang sih iya, tapi kita gak dapet apa-apa, dapet natrium aja,” lanjutnya.

Natrium merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh, tetapi konsumsinya tetap perlu dibatasi. Asupan natrium yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Karena itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan banyak garam atau penyedap rasa sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering, terutama jika sudah menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

Boleh Jajan, tapi Jangan Terlalu Sering

Budi tidak secara mutlak melarang masyarakat menikmati jajanan seperti cimol. Menurutnya, makanan tersebut masih dapat dikonsumsi sesekali, terutama bagi anak muda yang ingin mencobanya.

“Tapi kalau kalian masih muda dan pengen coba-coba, terus nanti tensi yang naik, kemudian mau kena stroke, boleh sih dicoba. Kalau untuk selingan seminggu sekali, boleh,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar makanan seperti itu tidak dikonsumsi terlalu sering, terutama ketika sudah memasuki usia produktif dan mulai bekerja.

“Tapi kalau kamu selalu makan, kalau suntuk kerja, itu no-no banget,” tegas Budi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jajanan sebaiknya ditempatkan sebagai makanan selingan, bukan konsumsi rutin. Selain memperhatikan rasa dan harga, masyarakat juga perlu mempertimbangkan kandungan garam, natrium, minyak, serta nilai gizi makanan sebelum mengonsumsinya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya