Peristiwa tsunami pada 2018 yang dipicu longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau menjadi pelajaran penting bagi kawasan wisata pesisir Banten. Prof. Eko menilai kejadian tersebut seharusnya tidak hanya diingat ketika bencana kembali menjadi pemberitaan. Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini juga dapat menjadi pengingat bahwa kawasan wisata pantai memiliki lebih dari satu potensi ancaman.
"Erupsi ini barangkali semacam warning juga untuk mengingatkan kembali, selain erupsi ada ancaman, bukan erupsi, ada tsunami juga," jelas Prof. Eko
Prof. Eko tidak menekankan agar masyarakat berhenti menikmati wisata di kawasan pesisir. Sebaliknya, ia mendorong adanya keseimbangan antara aktivitas wisata dan kesiapsiagaan bencana.
Karena itu, bagi wisatawan yang hendak berlibur ke Anyer dan sekitarnya, memahami kondisi lokasi, mengetahui jalur evakuasi, serta mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi langkah penting.
"Mari bangun keseimbangan antara kita menikmati di satu sisi dan siap siaga di sisi yang lain," tutup Prof. Eko.
(Djanti Virantika)