Xinlei selanjutnya menjalani prosedur transplantasi sel punca yang berasal dari darah tali pusat. Prosedur tersebut berlangsung selama sekitar delapan jam dan menjadi salah satu kesempatan penting untuk mengatasi penyakit yang dideritanya.
Setelah menjalani masa pemulihan yang panjang, kondisi Xinlei menunjukkan perkembangan positif. Hasil pemeriksaan darahnya dilaporkan kembali normal dan ia tidak lagi membutuhkan transfusi darah setiap bulan.
Untuk membantu proses pemulihan, Xinlei tetap menjalani rehabilitasi secara rutin. Biaya rehabilitasi tersebut kemudian ditanggung oleh seorang pengusaha lokal.
Dalam perkembangan selanjutnya, kondisi kesehatan Xinlei dilaporkan terus membaik. Pemeriksaan medis yang dilakukan juga menunjukkan hasil yang baik.
Kini, Xinlei telah tumbuh menjadi seorang siswi sekolah dasar. Berbeda dari masa kecilnya yang dipenuhi perawatan medis, ia kini dapat menjalani kehidupan dengan lebih normal.
Xinlei disebut sebagai anak yang ceria dan memiliki ketertarikan pada aktivitas menggambar serta menari. Ia juga dilaporkan memiliki prestasi akademik yang baik.
Tempat yang dahulu dibuat ayah Xinlei sebagai liang kubur kini memiliki cerita yang jauh berbeda.