Yayoi Kusama lahir di Matsumoto, Jepang, pada 1929. Sejak kecil, ia mengaku mengalami halusinasi dan menjadikan kegiatan menggambar sebagai salah satu cara untuk menuangkan pengalaman visual yang dialaminya.
Pada 1958, Kusama pindah ke New York untuk mengembangkan karier seninya. Di kota tersebut, ia mulai mendapatkan perhatian melalui karya Infinity Nets dan berinteraksi dengan sejumlah seniman penting pada masa itu.
Memasuki dekade 1960-an, Kusama aktif menghasilkan karya seni pertunjukan dan membuat sejumlah karya yang kontroversial. Setelah kembali ke Jepang pada 1970-an, ia tetap produktif berkarya dan memilih tinggal di sebuah rumah sakit jiwa.
Studio tempat Kusama bekerja berada tidak jauh dari fasilitas tersebut. Lingkungan itu menjadi bagian dari kehidupannya selama bertahun-tahun sembari terus menghasilkan berbagai karya seni.
Kusama sempat melalui periode ketika karya-karyanya kurang mendapatkan perhatian. Namun, ia kemudian kembali memperoleh pengakuan internasional. Karyanya dipamerkan di berbagai institusi seni ternama dan membuat namanya semakin dikenal sebagai salah satu seniman Jepang paling berpengaruh.
Nama Yayoi Kusama juga tidak asing bagi pencinta seni di Indonesia. Karyanya pernah dipamerkan di Museum MACAN melalui pameran YAYOI KUSAMA: LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW yang berlangsung pada 12 Mei hingga 9 September 2018.