Akibatnya, penetrasi dapat terasa tidak nyaman, bahkan berpotensi menyebabkan nyeri, iritasi, perdarahan, atau luka pada jaringan jika dilakukan secara paksa.
Karena itu, pasangan sebaiknya tidak terburu-buru melakukan penetrasi. Waktu untuk pemanasan atau foreplay yang cukup dapat membantu tubuh lebih siap. Pelumas juga dapat digunakan jika diperlukan untuk mengurangi gesekan.
Masalah lain yang dapat membuat penetrasi terasa sakit adalah vagina yang kering. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon maupun penggunaan obat tertentu.
Beberapa jenis obat, termasuk kontrasepsi hormonal dosis rendah dan antihistamin, dapat menyebabkan kekeringan pada sebagian perempuan. Perawatan medis tertentu, termasuk terapi kanker, juga dapat memengaruhi kondisi jaringan vagina.
Jika kekeringan terus terjadi meskipun sudah mendapatkan rangsangan yang cukup dan menggunakan pelumas, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter kandungan. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab sekaligus menentukan penanganan yang tepat.