Kecoa di Rumah? Jangan Langsung Diinjak, Bisa Tebarkan Bakteri Berbahaya

Djanti Virantika, Jurnalis
Jum'at 28 Agustus 2026 08:05 WIB
Kecoa. (Foto: Freepik)
Share :

KECOA tiba-tiba muncul di sudut rumah kerap membuat siapa saja refleks mengambil langkah cepat untuk menyingkirkannya dengan cara menginjak. Ternyata, kebiasaan ini bisa datangkan bahaya loh!

Ya, kecoa yang diinjak sampai gepeng ternyata bisa tebarkan bakteri berbahaya. Bakteri ini tetap mengintai, meskipun kecoa sudah dibuang ke tempat sampah.

1. Bahaya Kecoa

Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa menginjak kecoa hingga gepeng dan perutnya pecah justru menjadi sarana penyebaran bakteri jahat di dalam hunian.

"Kecoa yang kamu injak sampai gepeng, terus cuma disapu itu, ternyata bisa bawa penyakit, loh! Buat kita, yang penting kan bangkainya dibuang, disapu, lantai bersih lagi, selesai. Gitu, kan?" ungkap Bang Sap.

Menurutnya, bahaya kecoa sebenarnya bukan terletak pada tubuhnya yang beracun, melainkan habitat hidupnya yang berada di tempat kotor seperti selokan, tumpukan sampah, dan sisa makanan. Lingkungan lembab dan kotor tersebut menjadikan tubuh kecoa sebagai kendaraan bagi berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.

Saat tubuh kecoa terinjak hingga hancur, cairan serta isi perutnya akan terhempas dan mengontaminasi area sekitarnya.

"Tapi, waktu tubuhnya kegeprek, isi perutnya ikut tercecer dan sebagian membawa bakteri yang nggak kelihatan oleh mata kita. Kecoa berisiko bukan karena tubuhnya beracun, tapi karena dia hidup di selokan, sampah, dan sisa makanan. Tubuhnya jadi kendaraan buat bakteri seperti E. coli dan Salmonella," jelas dia.

 

2. Bahaya Tetap Mengintai meski Sudah Dibersihkan

Bang Sap mengatakan, menyapu bangkai yang sudah hancur hanya menghilangkan wujud fisiknya saja. Sebaliknya, kuman dan bakteri mikro berisiko tetap tertinggal di permukaan lantai maupun menempel pada alas kaki.

"Waktu kamu injak sampai pecah, bakterinya nempel di lantai dan sandal. Disapu doang? Bangkainya bisa hilang, tapi residunya belum tentu terangkat. Kalau pindah ke tangan, lalu ke makanan, bisa memicu diare sampai muntah. Bukan berarti sekali injak langsung sakit, tapi peluang kontaminasinya jadi naik. Bahkan serpihan tubuh kotorannya bisa memicu alergi buat orang yang sensitif," lanjut Bang Sap.

Lebih lanjut, Bang Sap menuturkan antisipasi risiko gangguan pencernaan seperti diare dan muntah, serta pencegahan kekambuhan alergi bagi anggota keluarga yang sensitif, masyarakat disarankan untuk mengubah kebiasaan penanganan serangga ini. Jika tidak sengaja terlanjur memijak kecoa hingga pecah, langkah pembersihan tidak boleh berhenti hanya pada sapu dan pengki.

"Makanya, kalau terlanjur menginjak kecoa, jangan cuma disapu. Ambil pakai tisu, buang ke tempat tertutup, lalu lap bekasnya pakai sabun, habis itu cuci tangan. Jadi, yang perlu dikhawatirkan bukan kecoa yang udah gepeng, tapi jejak yang ditinggalkan seperti kenangan di masa lalumu itu," pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya