Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa lingkar penis mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan panjang penis terhadap kepuasan seksual sebagian wanita. Meski demikian, preferensi setiap orang berbeda sehingga tidak ada satu ukuran yang dapat dianggap ideal untuk semua pasangan.
Ini merupakan salah satu mitos yang perlu diluruskan. Ukuran penis pada umumnya tidak menentukan tingkat kesuburan seorang pria.
Kemampuan seorang pria untuk membuahi sel telur terutama berkaitan dengan kualitas sperma, termasuk jumlah, bentuk, dan kemampuan sperma untuk bergerak. Kondisi kesehatan, kadar hormon, fungsi testis, gaya hidup, serta gangguan pada sistem reproduksi juga dapat memengaruhi kesuburan.
Salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian adalah mikropenis. Istilah tersebut bukan sekadar menggambarkan penis yang berukuran kecil, melainkan kondisi medis ketika panjang penis secara signifikan berada di bawah ukuran rata-rata berdasarkan standar medis.
Dalam beberapa kasus, mikropenis dapat berkaitan dengan gangguan hormonal atau kondisi tertentu yang juga dapat memengaruhi fungsi reproduksi. Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa setiap pria dengan penis kecil mengalami masalah kesuburan.
Ukuran penis tidak dapat dijadikan ukuran untuk menentukan tingkat maskulinitas seorang pria.