"Sebenarnya bukan bisnis buat dapat duit, tapi lebih ke belajar ngitung. Aku kasih tahu, 'Kak, tadi beli pilox berapa? Oh Rp15 ribu. Oh, ya sudah, itu artinya modal kamu, Kak.' Biar dia belajar ke depannya, masukinnya pelan-pelan," tuturnya.
Selain mengenalkan bisnis sederhana, Tya juga mengajarkan Kanaka untuk mencatat penggunaan uang jajan setiap hari. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu anak memahami perbedaan antara pemasukan dan pengeluaran.
"Aku minta dia bikin catatannya. Hari ini uangnya dipakai buat jajan apa saja. Pemasukan sama pengeluarannya diajarin biar dilatih sedikit demi sedikit. Biar lebih menghargai uang saja sih, jangan menganggap uang kayak gampang," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)