Namun, status aktifnya tidak surut mengurangi niat para wisatawan untuk berkunjung. Selain ingin melihat kawahnya dari dekat, pengunjung juga menantikan fenomena unik berupa timbulnya embun es (frost) saat peralihan musim hujan ke musim kemarau, ketika suhu udara bisa turun hingga berkisar antara 0–8 derajat Celsius.
Keindahan Bromo makin lengkap saat dipadukan dengan ragam budaya lokal, salah satunya melalui gelaran Eksotika Bromo. Event budaya ini masuk ke dalam jajaran event unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat program Karisma Event Nusantara (KEN).
Festival ini memadukan pertunjukan seni tradisional dengan keindahan alam Lautan Pasir Bromo. Mengusung konsep Tri Hita Karana, acara ini merefleksikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta lewat tema merawat alam sebagai wujud pengabdian hidup.
(Agustina Wulandari )