JAKARTA – Kehilangan orangtua merupakan salah satu pengalaman paling berat yang dapat dialami seorang anak. Peristiwa ini tidak hanya memicu kesedihan mendalam, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi emosional, perilaku, hingga kesehatan fisik mereka. Karena itu, dukungan keluarga, komunikasi yang jujur, serta pendampingan yang tepat menjadi kunci agar anak mampu melewati masa berduka dengan lebih sehat.
Melansir laman Raising Children, setiap anak memiliki cara berbeda dalam menghadapi kehilangan. Mereka bisa merasa sedih, marah, bingung, takut, atau bahkan menyalahkan diri sendiri atas kematian orangtuanya. Sebagian anak juga menjadi cemas terhadap keselamatan pengasuh atau anggota keluarga lain karena khawatir akan kehilangan mereka.
Reaksi yang muncul dapat berupa perubahan perilaku, seperti:
Sebagian anak juga dapat menunjukkan perubahan lain, seperti:
Selain perubahan perilaku, anak dapat mengalami keluhan fisik maupun psikologis, di antaranya sakit kepala, sakit perut, perubahan nafsu makan, kecemasan, hingga gangguan tidur dan mimpi buruk. Ada pula anak yang tampak tidak menunjukkan reaksi apa pun. Kondisi ini juga merupakan respons yang normal.
Cara anak memahami kehilangan dipengaruhi oleh usia, tingkat perkembangan, pengalaman hidup, keyakinan mengenai kematian, serta dukungan yang diterimanya dari keluarga dan lingkungan.