Menariknya, perubahan sifat dan penurunan motivasi ini sering kali tidak disadari oleh pria itu sendiri. Sebaliknya, justru orang-orang terdekat terutama pasangan atau istri yang biasanya mendeteksi ada sesuatu yang tidak beres pada diri sang suami.
dr. Jefry menyebutkan bahwa istilah yang kerap merasa kebingungan menghadapi perubahan sikap pasangannya yang mendadak berubah drastis dari biasanya.
"Seringkali yang tersadar tentang gejala emosi tidak stabil ini, biasanya adalah istri dari para suami yang hormon testosteronnya rendah. Dia bingung aja, kok suami aku sekarang ini dia gampang overthinking, dikit-dikit marah, motivasinya hilang, sampai dia merasakan kalau sifatnya ini mulai berubah," tutur dr. Jefry.
Maka dari itu, dr. Jefry menyarankan para istri jika pasangan Anda menunjukkan gejala-gejala di atas secara terus-menerus, jangan terburu-buru menghakiminya. Pemeriksaan kadar hormon ke dokter spesialis andrologi bisa menjadi langkah bijak untuk mengetahui apakah mood swing tersebut bersumber dari masalah medis atau bukan.
(Djanti Virantika)