KUALITAS sperma tidak hanya ditentukan oleh jumlah dan pergerakannya. Sperma juga dapat dikenali dari bentuk morfologinya.
Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo dalam unggahan video di akun instagramnya menjelaskan hal tersebut. dr. Jefry mengungkapkan bahwa kelainan pada bentuk sperma seperti kepala bulat hingga ekor patah dapat memengaruhi pergerakan sel dan tingkat kesuburan pria.
dr. Jefry menjelaskan bahwa sperma yang sehat dan normal umumnya memiliki struktur kepala berbentuk oval atau sedikit lonjong. Formasi ini dirancang secara alami untuk membantu sperma bergerak optimal menuju sel telur.
"Bentuk kepala sperma itu kira-kira kayak oval, kayak lonjong gitu. Nah, itu bentuk kepala sperma yang normal," kata dr. Jefry.
dr. Jefry membeberkan bahwa bentuk di luar oval seperti kepala yang berbentuk bulat sempurna atau terlalu runcing tergolong sebagai abnormalitas atau kelainan struktur.
"Kalau sperma bentuknya tuh kepalanya bulat, itu kelainan. Atau kadang ada juga sering nemuin ya sperma tuh kepalanya kayak lancip gitu ya, lancip lurus gitu ya, tipis banget kayak kurus. Itu juga kelainan," beber dia.
Banyak anggapan awam yang menilai sperma berbentuk runcing atau tipis justru dapat menembus sel telur lebih cepat. Namun, dr. Jefry menepis anggapan tersebut. Menurutnya, abnormalitas pada kepala maupun bagian tubuh sperma lainnya justru menandakan kondisi sel yang tidak prima.
"Karena kepalanya rusak, kadang dia jadi pergerakannya nggak bagus, segala macam. Ibaratnya spermanya tuh cacat lah. Contoh sperma lainnya yang cacat tuh sering ekornya patah, lehernya bengkok," ungkap dr. Jefry.