Selain itu, ia menyarankan untuk mengurangi konsumsi minuman berkafein ketika sedang mengalami stres atau rasa gugup. Kafein bersifat stimulan yang dapat mempercepat detak jantung sekaligus membuat usus menjadi lebih sensitif.
"Kopi atau teh itu sifatnya stimulan. Ini bisa bikin detak jantung makin cepat dan usus makin sensitif pas kamu lagi banyak pikiran," ujarnya.
Tak hanya itu, makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering serta berjalan kaki santai selama 5–10 menit juga dapat membantu meredakan keluhan. Kebiasaan tersebut dinilai mampu mengurangi ketegangan pada usus sekaligus melancarkan aliran darah.
"Usus lagi tegang jangan dipaksa kerja keras. Makan porsi dikit tapi sering jauh lebih gampang dicerna tubuh dibanding langsung makan porsi besar. Gerak ringan atau jalan kaki santai 5–10 menit bantu ngelancarin aliran darah dan ngurangin ketegangan di area perut," pungkas dr. Cecep.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)