JAKARTA – Aktivitas fisik dan olahraga memang krusial untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, porsi olahraga yang dilakukan secara berlebihan atau terlalu ekstrem justru dapat memicu gangguan kesehatan reproduksi pada wanita, salah satunya adalah amenorea atau keterlambatan siklus menstruasi.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus influencer kesehatan Fajar Alam dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan, intensitas olahraga yang melewati batas wajar dapat mengacaukan sistem hormonal tubuh secara drastis. Ketika tubuh dipaksa melakukan aktivitas fisik yang sangat berat, produksi hormon penting akan langsung terdampak.
"Karena olahraga yang sangat ekstrim itu akan mempengaruhi kadar hormon estrogen sehingga menjadi drop,” kata dr. Fajar, dikutip Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, penurunan kadar estrogen secara mendadak ini menjadi hulu dari berbagai masalah menstruasi. Dampaknya tidak hanya membuat jadwal bulanan menjadi tidak teratur, tetapi bisa berujung pada kondisi yang lebih serius akibat ketidakseimbangan hormon yang masif.
"Ini akibatnya adalah ketidakseimbangan hormon yang masif, akhirnya haid menjadi berhenti total, atau sekali haid enggak mau berhenti-berhenti," ucapnya.
Maka dari itu, ada baiknya masyarakat khususnya kaum wanita untuk lebih bijak dalam mengatur porsi latihan. Olahraga tetap disarankan demi menjaga kesehatan, namun harus tetap disesuaikan dengan kapasitas kemampuan tubuh.
(Agustina Wulandari )