Ketiga, ada makanan tinggi gula. Makanan seperti kue, permen, biskuit, dan berbagai makanan penutup yang tinggi gula juga sebaiknya dibatasi.
Konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu metabolism. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, makanan tersebut juga bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berdampak pada ginjal.
Makanan ultra-proses umumnya mengandung kombinasi tinggi garam, gula, lemak jenuh, dan berbagai bahan tambahan. Pola makan yang didominasi makanan jenis ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal.
Terakhir, ada makanan tinggi lemak jenuh. Gorengan, makanan cepat saji, serta makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit kardiovaskular.
Kesehatan jantung yang buruk juga dapat memengaruhi fungsi ginjal. Karena itu, kamu mesti mengurangi jenis makanan tersebut.
Selain mengurangi konsumsi makanan yang dapat membebani ginjal, beberapa kebiasaan juga penting diterapkan. Di antaranya adalah minum air putih sesuai kebutuhan tubuh, perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian utuh.
Kamu juga perlu batasi garam, gula, dan makanan olahan. Rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal, tidak merokok, hingga mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko juga penting dilakukan.
(Djanti Virantika)