Benarkah Penis Tak Memiliki Tulang dan Tidak Bisa Patah? Ini Faktanya

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2026 02:10 WIB
Benarkah Penis Tak Memiliki Tulang dan Tidak Bisa Patah? Ini Faktanya (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Banyak orang mengira penis tidak mungkin patah karena tidak memiliki tulang. Anggapan tersebut memang benar dalam hal anatomi, tetapi keliru jika diartikan bahwa penis tidak bisa mengalami cedera serius. Faktanya, kondisi yang dikenal sebagai fraktur penis memang dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis darurat.

Secara anatomi, penis tidak mengandung tulang. Organ ini terdiri dari dua silinder jaringan spons yang disebut corpora cavernosa, yang akan terisi darah saat ereksi sehingga penis menjadi kaku. Meski tidak memiliki tulang, jaringan tersebut tetap dapat robek apabila menerima tekanan atau benturan yang kuat ketika sedang ereksi, demikian dilansir dari laman Vertica.

Fraktur penis umumnya terjadi saat berhubungan seksual. Cedera bisa muncul ketika penis yang sedang ereksi terbentur tulang panggul pasangan akibat gerakan yang tidak tepat saat penetrasi. Selain itu, masturbasi yang terlalu kuat, benturan keras akibat kecelakaan, atau trauma karena kekerasan juga dapat menyebabkan kondisi serupa.

Meski tergolong jarang, fraktur penis merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera. Diperkirakan kasus ini terjadi pada sekitar satu dari 175.000 pria.

Gejala Fraktur Penis

Beberapa tanda yang dapat mengindikasikan fraktur penis antara lain:

  • Terdengar suara seperti "letupan" atau "patah" saat cedera terjadi.
  • Nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba.
  • Pembengkakan pada penis.
  • Memar yang awalnya berwarna merah, kemudian berubah menjadi biru keunguan hingga hitam.
  • Perdarahan atau keluarnya darah dari saluran kemih pada sebagian kasus.

Jika tidak segera ditangani, fraktur penis dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti kelengkungan penis permanen, gangguan ereksi, hingga nyeri berkepanjangan saat berhubungan seksual.

Menurut National Health Service (NHS), sekitar sepertiga kasus fraktur penis terjadi ketika pasangan berada di posisi di atas saat berhubungan intim. Namun, kondisi ini tetap dapat terjadi pada berbagai posisi maupun akibat penyebab trauma lainnya.

Karena itu, apabila muncul gejala yang mengarah pada fraktur penis, penderita disarankan segera mencari pertolongan medis. Penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya