JAKARTA - Tahun lalu, mungkin sering terlihat dress midi atau dress korset wara-wiri di berbagai acara musim panas. Kini, dunia mode kembali memberi kejutan dengan kembalinya tren dress babydoll (dress berpotongan dada tinggi dengan rok yang longgar).
Mengikuti jejak musisi Courtney Love yang dikenal sebagai ikon gaya grunge pada tahun 90-an, kini giliran Olivia Rodrigo yang menjadi sosok di balik kebangkitan tren dress babydoll. Olivia menjadikan dress bersiluet pendek ini sebagai gaya andalannya selama tur konsernya.
Bagi generasi 90-an, tren ini tentu sangat disambut baik. Kalau kamu mengingat gaya panggung Courtney Love yang ikonis, dress babydoll sebenarnya bukan sekadar gaya feminin yang manis, melainkan juga simbol pemberontakan. Potongan dress yang pendek di atas paha dengan hiasan renda tidak akan terlihat terlalu kekanak-kanakan saat kamu padukan dengan sepasang sepatu bot tebal dan aura yang berani.
Kelebihan lain dari dress babydoll adalah potongannya yang bervolume dan pendek sangat pas di badan, terutama untuk kamu yang bertubuh mungil. Jika kamu sering merasa "tenggelam" dalam tumpukan kain saat memakai dress panjang yang mekar, dress babydoll adalah alternatif yang sangat tepat.
Lalu, bagaimana cara memadupadankan dress babydoll saat ini? Sebenarnya tidak ada batasan baku. Kamu bisa mengambil inspirasi dari gaya grunge dengan memadukan dress ini bernuansa klasik (vintage), terutama yang berbahan sutra, dengan sepatu bot bertali.