Menurut konselor kesehatan mental Chelsie Reed, stres dan kecemasan juga dapat memicu respons tersebut. Teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dan mindfulness dapat membantu menguranginya.
3. Foreplay yang Kurang
Foreplay bukan sekadar meningkatkan gairah, tetapi juga membantu tubuh mempersiapkan diri untuk berhubungan intim.
Saat foreplay berlangsung, tubuh secara alami mengalihkan fokus dari sistem pencernaan ke respons seksual. Jika tahapan ini terlalu singkat atau dilewatkan, sebagian orang bisa mengalami ketidaknyamanan pada saluran cerna yang berujung mual.
4. Penyakit Radang Panggul (PID)
Infeksi menular seksual atau Pelvic Inflammatory Disease (PID) juga dapat menyebabkan nyeri dan mual selama maupun setelah berhubungan seks.
Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti demam, menggigil, nyeri perut bawah, hingga keputihan yang tidak normal. Jika mengalami keluhan tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
5. Endometriosis