“Kalau seandainya di kurun waktu sekitar jam 7 atau jam 8 habis aktivitas gerak tadi, gerak itu bisa berarti non-exercise activity thermogenesis (NEAT). Misalnya cuci piring, beres-beres rumah, cuci mobil, meeting, atau aktivitas lainnya, silakan saja,” ujarnya.
Ade juga menyarankan agar makanan pertama yang dikonsumsi tidak didominasi karbohidrat. Menurutnya, makanan tinggi karbohidrat dapat memicu lonjakan gula darah yang membuat rasa lapar kembali muncul lebih cepat.
Sebagai gantinya, ia merekomendasikan konsumsi makanan yang mengandung protein dan lemak sehat untuk menjaga kestabilan energi.
“Nah, atau tentunya olahraga ya. Nah, kalau habis olahraga atau mau masukin makanan, masukinnya hanya protein dan lemak saja. Karena protein dan lemak tidak memberikan lonjakan gula darah yang terlalu drastis dan tinggi, yang menyebabkan terjadinya roller coaster energi yang saya sering bilang,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)