Mengenal Hiperhidrosis, Penyebab Tangan Sering Berkeringat yang Sering Disalahartikan

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Selasa 16 Juni 2026 07:05 WIB
Mengenal hiperhidrosis. (Foto: Freepik)
Share :

TANGAN yang sering berkeringat sering dikaitkan dengan berbagai mitos kesehatan, mulai dari paru-paru basah hingga kondisi jantung yang lemah. Namun ternyata, anggapan tersebut belum tentu benar.

Perawat bernama Rizal yang sering membagikan edukasi kesehatan melalui akun X miliknya @afrkml, menjelaskan bahwa kondisi telapak tangan yang terus-menerus berkeringat lebih sering disebabkan oleh hiperhidrosis yakni kondisi produksi keringat berlebih.

“Buat kakak-kakak kalau kalian belum pada tahu, tangan keringetan terus itu bukan tanda paru-paru basah atau jantung lemah. Mitos itu,” tulis Rizal.

1. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi ketika tubuh mengeluarkan keringat secara berlebihan. Bahkan, ketika seseorang tidak sedang berolahraga atau berada di lingkungan panas.

Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan apabila disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan kesehatan tertentu. Misalnya berat badan turun drastis, sering berkeringat di malam hari, atau jika keringat sampai mengganggu aktivitas.

“Meski hiperhidrosis relatif enggak berbahaya, tapi kalau disertai gejala lain seperti berat badan turun drastis, sering keringetan malam, atau keringatnya sampai mengganggu aktivitas, lebih baik periksa,” jelasnya.

 

2. Bukan Dipicu Penyakit Tertentu yang Lebih Serius

Menurut Rizal, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan bahwa keringat berlebih tersebut bukan dipicu oleh penyakit tertentu yang lebih serius. Hingga kini, penyebab hiperhidrosis primer atau yang muncul tanpa penyakit tertentu juga belum diketahui secara pasti.

Namun, hal ini dipicu karena adanya aktivitas berlebihan pada sistem saraf simpatik. Saraf tersebut mengatur respons tubuh terhadap stres. Selain itu, faktor keturunan juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hiperhidrosis.

“Sebagian kasus karena saraf simpatik yang ngatur keringat penderita lagi lebay- lebaynya sehingga jadi hiper mengeluarkan keringat,” tulis Rizal.

Sementara itu, kecemasan juga menjadi salah satu pemicu paling umum yang membuat kondisi hiperhidrosis semakin terasa. Saat seseorang merasa terancam atau cemas, tubuh secara otomatis mengaktifkan respons alami yang dikenal sebagai fight or flight.

Respons ini membuat tubuh bersiap menghadapi ancaman dengan meningkatkan berbagai fungsi fisik. Keringat kemudian keluar sebagai bagian dari respons stres tersebut untuk membantu mengatur suhu tubuh.

“Begitu otak mengira ada potensi ancaman, meski cuma cemas, tubuh langsung bereaksi. Otot tegang, napas cepat, badan panas,” jelasnya.

3. Intens

Pada penderita hiperhidrosis, mekanisme ini dapat berlangsung lebih intens sehingga produksi keringat menjadi jauh lebih banyak dibandingkan orang pada umumnya.

Karena itu, seseorang yang sering mengalami telapak tangan basah saat gugup atau cemas belum tentu memiliki masalah pada paru-paru maupun jantung, melainkan bisa jadi mengalami hiperhidrosis yang dipicu oleh respons stres tubuh.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya