SELAMA masa kehamilan, banyak perempuan menjadi lebih berhati-hati dalam memilih produk yang digunakan sehari-hari. Termasuk produk kecantikan seperti kuteks atau cat kuku.
Tak sedikit ibu hamil yang khawatir kandungan bahan kimia dalam kuteks dapat berdampak pada kesehatan janin. Lantas, apakah memakai kuteks aman selama kehamilan?
Dilansir dari Parents.com, Selasa (9/6/2026), secara umum, penggunaan kuteks dianggap aman bagi ibu hamil selama digunakan dengan benar dan tidak berlebihan. Hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa penggunaan cat kuku pada kuku dapat membahayakan janin.
Pasalnya, jumlah bahan kimia yang terserap ke dalam tubuh melalui kuku sangat kecil. Meski demikian, ibu hamil tetap perlu memperhatikan beberapa hal, terutama terkait paparan uap bahan kimia dari cat kuku maupun cairan penghapus kuteks yang digunakan selama proses manicure.
Beberapa produk kuteks mengandung bahan kimia seperti formaldehida, toluena, dan dibutyl phthalate (DBP). Ketiga bahan ini sering disebut sebagai "toxic trio" karena dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan efek kesehatan tertentu.
Saat ini, banyak produsen kosmetik telah menghadirkan produk dengan label "3-Free", "5-Free", bahkan "10-Free" yang berarti tidak mengandung sejumlah bahan kimia yang dianggap berisiko. Ibu hamil dapat memilih produk dengan label tersebut untuk memberikan rasa aman lebih.
Jika kuteks aman digunakan untuk ibu hamil, lantas apakah penghapus kuteks juga aman? Pasalnya, cairan penghapus kuteks umumnya mengandung aseton atau bahan pelarut lainnya.
Paparan sesekali dalam jumlah kecil umumnya tidak berbahaya bagi ibu hamil. Namun, menghirup uap aseton dalam jumlah banyak dan waktu yang lama dapat menyebabkan pusing, mual, atau iritasi saluran pernapasan.
Karena itu, penggunaan penghapus kuteks sebaiknya dilakukan di ruangan yang memiliki ventilasi udara baik. Dengan begitu, paparan uap bahan kimia dapat diminimalkan.
Agar tetap bisa tampil cantik tanpa khawatir berlebihan, ada beberapa tips aman menggunakan kuteks selama kehamilan. Salah satunya dengan memilih produk yang aman.
Lalu, gunakan di ruangan berventilasi baik. Pastikan kamu mengecat kuku di area yang memiliki sirkulasi udara lancar untuk mengurangi paparan uap bahan kimia.
Hindari juga menghirup uap secara langsung. Saat menggunakan kuteks atau penghapus cat kuku, usahakan tidak terlalu dekat dengan botol agar tidak menghirup aroma bahan kimia secara berlebihan.
Terakhir, batasi frekuensi penggunaan. Meski relatif aman, penggunaan kuteks sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering selama kehamilan.
Jika ibu hamil mengalami mual berlebihan, sensitivitas terhadap aroma tertentu, atau gangguan pernapasan, sebaiknya hindari penggunaan kuteks sementara waktu. Aroma menyengat dari produk kuku dapat memicu ketidaknyamanan selama kehamilan.
(Djanti Virantika)