MELAKUKAN latihan kaki atau leg day biasanya bertujuan membakar kalori, membentuk otot, dan meningkatkan kekuatan tubuh bagian bawah. Namun, manfaat latihan kaki ternyata tidak berhenti sampai di situ.
Sejumlah ahli mengungkapkan bahwa latihan yang melibatkan kelompok otot besar di area kaki juga dapat memberikan dampak positif terhadap keseimbangan hormon dalam tubuh. Karena itu, rutin melatih kaki bukan hanya penting untuk kebugaran fisik, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Melatih otot kaki ternyata tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Manfaatnya juga bisa dirasakan untuk pembakaran kalori hingga keseimbangan hormon.
Hal itu diungkap oleh dokter yang juga edukator kesehatan, Adam Prabata. Melalui akun X nya @AdamPrabata, ia menjelaskan bahwa otot kaki merupakan kelompok otot terbesar dalam tubuh manusia.
Karena ukurannya yang besar, latihan pada area tersebut membuat tubuh membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan saat melatih kelompok otot yang lebih kecil. Dokter Adam menjelaskan, latihan kaki dengan beban berat mampu meningkatkan pembakaran kalori.
“Otot kaki adalah kelompok otot terbesar di tubuh manusia. Otot memiliki laju metabolisme lebih tinggi daripada jaringan lemak. Saat melatih otot kaki dengan latihan berat, tubuh akan membakar lebih banyak kalori selama latihan dibandingkan melatih otot kecil, misalnya otot bisep atau otot dada saja,” ujar dr. Adam.
Tak hanya saat berolahraga, manfaat pembakaran kalori juga masih berlanjut setelah latihan selesai. Dokter Adam menjelaskan fenomena itu dikenal sebagai Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC).
Selain itu, latihan yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme saat tubuh sedang beristirahat. Efek ini terjadi karena bertambahnya massa otot yang aktif secara metabolik.
dr. Adam menjelaskan, selain membantu mengatur berat badan, latihan kaki juga berkaitan dengan produksi hormon testosteron. Latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi dapat memicu respons hormonal akut berupa peningkatan sementara hormon testosteron dan growth hormone (GH).
“Latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi bisa memicu respons hormonal akut, yaitu lonjakan testosteron dan growth hormone (GH) pasca-latihan,” jelasnya.
Meski lonjakan hormon tersebut bersifat sementara dan biasanya terjadi dalam rentang 15 hingga 60 menit setelah berolahraga, dr. Adam menilai latihan yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan manfaat bagi tubuh. Untuk itu, ia menegaskan bahwa latihan kaki tidak boleh diabaikan ketika berolahraga.
Karena selain membantu meningkatkan kebugaran dan pembakaran kalori, latihan ini juga berperan dalam menjaga fungsi metabolism. Hal ini juga bisa mendukung kesehatan hormon tubuh.
(Djanti Virantika)