JAKARTA - Lemak sering dianggap sebagai musuh kesehatan karena dikaitkan dengan kolesterol, obesitas, dan penyakit jantung. Namun hal ini tidak berlaku pada bayi terutama pada dua tahun pertama kehidupan.
Dokter Spesialis Anak Ian Suryadi Suteja mengatakan, lemak justru menjadi salah satu nutrisi paling penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Oleh karena itu, orang tua tidak boleh menganggap lemak itu jahat untuk dikonsumsi anak.
Dokter Ian menjelaskan bahwa sekitar 80 persen perkembangan otak manusia terjadi pada dua tahun pertama kehidupan. Dari total berat otak orang dewasa sekitar 1,4 hingga 1,5 kilogram, sekitar 1,2 kilogram terbentuk pada dua tahun pertama tersebut.
Untuk itu, anak membutuhkan asupan lemak yang cukup untuk mendukung pembentukan jaringan otak. Jika tidak diberikan lemak, perkembangan otak anak justru kurang maksimal.
“Salah satu pembentuk otak adalah lemak. Kalau Anda tidak memberikan lemak pada anak-anak, otomatis perkembangan otaknya juga berkurang,” kata dr. Ian, Rabu (3/6/2026).
Selain berperan dalam perkembangan otak, lemak juga membantu penyerapan berbagai vitamin penting yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K. Tanpa asupan lemak yang cukup, penyerapan vitamin-vitamin tersebut menjadi tidak optimal.
“Lemak membantu penyerapan vitamin A untuk mata, vitamin D untuk tulang dan imunitas, vitamin E, dan vitamin K untuk pembekuan darah,” ucapnya.
Dokter Ian juga meluruskan anggapan bahwa lemak jenuh selalu buruk. Pada orang dewasa, konsumsi lemak jenuh memang perlu dibatasi.
Namun pada anak di bawah usia dua tahun, lemak jenuh masih memiliki peran penting sebagai sumber energi. Bahkan, kebutuhan lemak pada anak jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Kebutuhan lemak anak pada usia di bawah dua tahun mencapai sekitar 39 persen dari total kebutuhan kalori harian. Oleh karena itu, dr. Ian mengingatkan orang tua untuk tidak takut memberikan sumber lemak sehat dalam MPASI.
Beberapa pilihannya seperti santan, mentega, keju, yogurt, alpukat, hingga minyak zaitun sesuai kebutuhan anak. “MPASI harus pakai lemak. Bahkan dari panduan Kementerian Kesehatan, santan sudah boleh diberikan sejak usia 6 bulan sebagai sumber lemak yang baik,” tuturnya.
(Agustina Wulandari )