Benarkah Gen Z Lebih Rentan Terkena Duck Syndrome?

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 25 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi duck syndrome. (Foto: dok Freepik)
Share :

“Pertama, bisa membangun kesadaran diri kita, bahwa hidup itu tidak harus selalu berkompetisi dengan orang lain. Hidup itu tidak perlu mencari validasi dari orang lain dan hidup itu tidak harus sempurna,” katanya.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, ekspektasi dari diri sendiri. “Sebagai manusia harusnya sadar bahwa kita itu punya kapasitas mental untuk bisa merasa tidak baik-baik saja, dan ketika tidak sedang baik-baik saja kita tidak perlu merasa itu sebagai aib atau kita tidak perlu merasa malu untuk membicarakannya,” tuturnya.

Menurutnya, Duck Syndrome ini dapat menjadi suatu masalah atau tidak ke depannya. Menjadi suatu masalah kalau gejala-gejala psikologis yang dialami orang tersebut dari hari ke hari menjadi semakin berat dan itu mempengaruhi fungsi kehidupan sosial atau aktivitas sosialnya.

Ia menjelaskan, jika memang gejala-gejala psikologis sudah berkembang menjadi suatu gangguan psikiatrik yang lain, maka di saat itulah sebaiknya orang tersebut punya kesadaran bahwa memang dia membutuhkan pertolongan. Gangguan psikiatrik yang dimaksud, antara lain gangguan kecemasan, gangguan depresi dan berbagai gangguan perasaan lainnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya