“Pengobatannya itu 6 bulan. 6 bulan itu dibagi dua fase,” ucapnya.
Jumlah tablet yang dikonsumsi pasien nantinya akan disesuaikan dengan berat badan masing-masing. Selain itu juga akan dihitung langsung oleh petugas kesehatan di puskesmas.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak tiba-tiba berhenti mengobati TBC saat kondisi tubuhnya sudah terasa membaik. Biasanya banyak yang merasa sudah sembuh meski baru dua bulan pertama menjalani terapi. Kemudian mereka berhenti minum obat dan tidak menuntaskan pengobatan empat bulan selanjutnya.
Tanpa disadari bakteri yang ada dalam tubuh belum benar-benar mati karena pengobatannya belum tuntas. Untuk itu, Budi kembali menegaskan agar masyarakat tidak berhenti di tengah jalan dan harus menuntaskan minum obat yang diberikan tenaga medis selama enam bulan.
“Jangan pernah berhenti minum obat di tengah jalan. Pesan saya buat para penderita TBC dan keluarga-keluarganya, jangan pernah stop di tengah jalan minum obat, dan tuntaskan minum obatnya selama 6 bulan,” tuturnya.
(Agustina Wulandari )