JAKARTA - Banyak mitos tentang sperma dan kesuburan pria yang masih dipercaya hingga sekarang. Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah sperma bergerak cepat seperti perenang profesional bahkan atlet Olimpiade untuk mencapai sel telur.
Padahal, proses pembuahan di dalam tubuh manusia jauh lebih kompleks dibanding gambaran sederhana yang selama ini sering beredar.
Secara umum, sperma memang dikeluarkan melalui penis lalu masuk ke saluran reproduksi wanita untuk menuju sel telur. Namun, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada “kemampuan berenang” sperma semata.
Melansir healthline, dalam dunia medis kemampuan gerak sperma dikenal dengan istilah motilitas. Motilitas ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:
Jumlah sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi memang sangat banyak, berkisar antara 20 hingga 300 juta sel. Namun tidak semua sperma mampu mencapai sel telur.
Selain itu, sperma ternyata tidak selalu bergerak lurus seperti yang sering digambarkan. Perjalanannya di dalam sistem reproduksi wanita lebih menyerupai jalur penuh hambatan dibanding perlombaan renang biasa.
Peneliti biologis Robert D. Martin bahkan pernah menggambarkan perjalanan sperma lebih mirip “lintasan rintangan” dibanding kompetisi berenang.
Fakta lainnya, proses menuju sel telur juga sangat dipengaruhi oleh sistem reproduksi wanita. Kontraksi otot rahim memiliki peran penting dalam membantu mendorong sperma menuju tuba falopi, tempat terjadinya pembuahan.
Artinya, keberhasilan pembuahan bukan hanya ditentukan oleh kecepatan sperma, tetapi juga dipengaruhi kondisi kesehatan reproduksi pria dan wanita secara keseluruhan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)