Mengenal Fenomena Lipstick Effect yang Ramai Dibahas saat Rupiah Melemah

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2026 23:05 WIB
Fenomena Lipstick Effect ramai diperbincangkan di media sosial saat rupiah melemah. (Foto: Freepik)
Share :

2. Terjadi di Indonesia

Fenomena itu pun yang saat ini terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia tampak masih ramai menikmati staycation, nongkrong di cafe, membeli gadget hingga skincare. Adapun perilaku ini dinilai sebagai 'pelarian' di tengah tekanan ekonomi.

“Orang nggak beli mobil baru, tapi beli kopi Rp80 ribu. Orang nggak liburan ke Jepang, tapi staycation di hotel bintang tiga,” tulis akun itu.

Menurut unggahan tersebut, ramainya mall atau coffee shop belum tentu menjadi indikator ekonomi sedang baik-baik saja. Namun semata-mata karena masyarakat mencari pelarian dari beratnya kenyataan.

“Mall rame bukan karena ekonomi baik. Mall rame karena orang butuh pelarian murah dari kenyataan yang mulai berat,” lanjutnya.

Dijelaskan pula bagaimana indikator untuk memahami lemahnya ekonomi. Mulai dari lemahnya rupiah, perlambatan konsumsi rumah tangga, hingga meningkatnya PHK di sejumlah sektor industri. Tak hanya itu, fenomena lipstick effect juga disebut bisa menciptakan ilusi bahwa kondisi ekonomi masih stabil.

Pasalnya dengan fenomena ini, aktivitas konsumsi tetap terlihat tinggi di permukaan. Padahal, sebagian masyarakat mulai mengandalkan utang atau menggerus tabungan demi mempertahankan gaya hidup.

“Keramaian di permukaan tidak selalu berarti fondasi yang kuat,” tulisnya lagi.

Oleh karena itu, di tengah situasi saat ini, diingatkan pula soal bijaknya mengatur keuangan. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya dengan mencatat pengeluaran kecil yang rutin, memperkuat dana darurat, hingga mengurangi utang konsumtif untuk menjaga finansial tetap aman.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya