JAKARTA - Diabetes tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan organ reproduksi pria. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah kelainan ejakulasi, termasuk ejakulasi kering yang membuat sperma tidak keluar saat orgasme.
Dokter spesialis andrologi atau kesehatan organ reproduksi pria, dr. Jefry Tribowo, dalam unggahan video di kanal YouTube miliknya bernama Jefry Tribowo mengatakan fenomena tersebut dikenal dengan istilah ejakulasi kering.
Ejakulasi kering merupakan kondisi ketika seorang pria tetap mencapai orgasme dan kepuasan saat berhubungan, tetapi tidak mengeluarkan sperma sama sekali dari organ reproduksinya.
“Selain itu juga ada loh kelainan yang disebut dengan ejakulasi kering. Pada pria yang mengidap ejakulasi kering dia bisa loh untuk mencapai orgasme dan kepuasan. Hanya saja ketika dia sudah puas anehnya tidak ada air mani yang keluar sama sekali,” kata dr. Jefry.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh sumbatan pada jalur sperma atau sperma masuk ke dalam saluran kandung kemih yang secara medis disebut retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograd.
“Biasanya pria-pria yang mengidap kelainan ejakulasi yang terbalik masuk saluran kencing ini sering ditemui pada pria yang mungkin punya riwayat terbentur atau kecelakaan, terutama di daerah panggul sehingga mengakibatkan sarafnya bermasalah,” jelasnya.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh penyakit diabetes atau kadar gula darah tinggi. dr. Jefry memaparkan bahwa diabetes dapat merusak saraf yang mengatur proses ejakulasi pada pria.
“Alhasil setiap kali dia mengalami orgasme dan mau ejakulasi, air maninya tidak bisa keluar dengan sempurna dan justru masuk ke saluran kencing,” papar dr. Jefry.
Karena itu, ia mengimbau agar kondisi tersebut tidak dianggap remeh, terutama bagi pria yang sedang merencanakan keturunan. Ia menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter andrologi apabila mengalami gejala serupa.
“Tentu ini akan menimbulkan masalah, khususnya bagi mereka yang sedang berusaha memiliki keturunan. Kalau memang air mani kita sudah dicurigai sedikit, saran saya jangan disepelekan. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter andrologi untuk mendapatkan terapi yang tepat,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)