KEBIASAAN makan terburu-buru dan malas mengunyah ternyata tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, kebiasaan ini bahkan bisa memberi dampak sampai ke lambung.
Influencer kesehatan sekaligus dokter umum, dr. Gia Pratama dalam unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa proses mengunyah merupakan proses utama kesehatan saluran pencernaan. Hal ini seringkali disepelekan oleh masyarakat.
Setiap makan sudah pasti kita melakukan aktivitas mengunyah, namun terkadang kita tidak sadar apakah cara mengunyah kita sudah benar atau belum untuk membantu makanan lebih terurai dan mudah diproses oleh lambung.
"Gigi adalah gerbang pertama yang menentukan nasib makanan di dalam tubuh. Sebelum makanan sampai ke usus, tubuh berharap makanan sudah berubah menjadi bubur kimiawi yang lembut, basah oleh air liur, bercampur enzim, dan siap diproses," jelas dr. Gia, dikutip Jumat (15/5/2026).
Lebih lanjut, dr. Gia mengungkapkan bahwa setiap kunyahan adalah bentuk kolaborasi mekanik dan kimiawi yang penting. Gigi bertugas menghancurkan, air liur melunakkan, dan enzim memulai pemecahan zat makanan agar lambung hanya perlu melanjutkan proses selanjutnya.
Masalah serius muncul ketika seseorang malas mengunyah atau makan terlalu cepat. Ketika makanan yang masih kasar langsung ditelan, lambung dipaksa bekerja ekstra keras memproses "bahan mentah" yang seharusnya sudah dihaluskan di mulut.
"Akhirnya lambung menerima 'raw material' yang seharusnya diselesaikan di mulut. Lambung bekerja lebih berat. Asam lambung harus diproduksi lebih banyak. Gerakan lambung menjadi lebih lama. Lalu muncullah rasa begah, panas di dada, mual, dan pada sebagian orang memicu GERD," tambah dia.
Maka dari itu, dr. Gia berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menghargai proses makan. Dengan mengunyah secara benar agar beban kerja organ dalam seperti lambung dan usus dapat berkurang secara signifikan, sekaligus mencegah berbagai gangguan pencernaan kronis di masa depan.
"Ingatlah, tidak ada gigi di lambung. Gigi hanya ada di mulut, jadi makanlah pelan-pelan, jangan malas mengunyah, agar lambungmu bahagia,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)