JAKARTA – Park Hyatt Jakarta menghadirkan rangkaian kuliner Master of Food and Wine dengan konsep baru bertajuk “Omakase Pasta” di KITA Restaurant. Konsep ini memadukan cita rasa Jepang dan Italia dalam pengalaman bersantap malam eksklusif.
EAM of Food and Beverage Park Hyatt Jakarta, Charles Somasekar, mengatakan rangkaian Master of Food and Wine kali ini dibuat dalam format yang lebih eksklusif.
“Kami mengadakan serangkaian acara ini 3 atau 4 hari. Kami membuatnya seperti acara satu hari di sini, dan mungkin bulan depan kami akan mengadakan satu acara lagi,” ujarnya kepada iNews Media Group, Jumat (8/5/2026).
Charles menjelaskan bahwa konsep Omakase Pasta mengangkat gaya kuliner Itameshi, yaitu perpaduan masakan Jepang dan Italia dengan penggunaan teknik memasak Italia serta bahan-bahan premium Jepang. Dalam acara ini, Park Hyatt Jakarta menghadirkan kolaborasi bersama Zozzona Restaurant.
“Mengapa Omakase Pasta? Karena menurut saya ini adalah konsep baru yang menyenangkan. Ada jenis kuliner yang disebut masakan Itameshi, yaitu perpaduan Jepang-Italia, di mana koki menggunakan teknik Italia tetapi menggunakan bahan-bahan Jepang berkualitas tinggi,” kata Charles.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman baru kepada pelanggan setia KITA Restaurant yang selama ini dikenal sebagai restoran Jepang premium dan tidak menyajikan menu pasta.
“Jadi ini adalah pasta gaya Jepang,” lanjut Charles.
Charles mengatakan pengalaman bersantap yang mendalam menjadi hal penting bagi hotel mewah seperti Park Hyatt Jakarta. Menurutnya, makanan memiliki peran dalam membangun koneksi.
“Itu sangat penting karena, Anda tahu, orang-orang terhubung melalui makanan. Ini seperti musik, kan? Orang-orang terhubung melalui makanan, memiliki pengalaman yang baik sangat penting bagi kami di Park Hyatt Jakarta,” ujarnya.
Charles menambahkan bahwa konsep Omakase Pasta tidak hanya ditujukan bagi pelanggan tetap, tetapi juga untuk menarik pengunjung baru yang menyukai pasta namun belum pernah datang ke KITA Restaurant.
“Target utamanya adalah pelanggan tetap kami, pertama-tama, yang telah mencoba dan mendukung restoran kami sejak awal. Mereka sudah terbiasa dengan menu kami, mereka menyukai menunya, tetapi kami ingin memperkenalkan sesuatu yang baru kepada mereka,” ungkap Charles.
Menurut Charles, acara konsep tersebut berhasil menarik banyak pengunjung baru. Hampir separuh tamu yang hadir merupakan pelanggan yang baru pertama kali datang ke KITA Restaurant.
“Tidak, saya pikir pada akhirnya kami ingin mencoba hal yang berbeda-beda. Jadi ini adalah salah satu konsep yang kami jalankan. Lain kali kami akan mengadakan acara berbeda yang berfokus pada hal lain,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)