Pihak maskapai pun buka suara soal insiden tersebut. Mereka menjelaskan bahwa panel kabin itu terlepas karena ada bagian yang longgar saat pesawat melakukan pendaratan.
Maskapai juga memastikan bahwa sebelum keberangkatan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin, termasuk inspeksi setiap 36 jam yang mencakup pengecekan visual dan fisik. Setelah kejadian, tim teknis langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh panel kabin dalam kondisi aman dan terpasang dengan baik.
Kru kabin juga disebut merespons dengan cepat sesuai prosedur keselamatan, termasuk memindahkan penumpang dari area terdampak. Maskapai pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)