Kisah Bude Puji, Pedagang di Pelabuhan Bakauheni Kerap Gratiskan yang Membutuhkan

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 29 Maret 2026 07:56 WIB
Kisah Bude Puji, Pedagang di Pelabuhan Bakauheni Kerap Gratiskan yang Membutuhkan. (Foto: Niko Prayoga/Okezone)
Share :

LAMPUNG SELATAN – Di tengah ramainya aktivitas pelabuhan dan gema klakson kapal setiap harinya, Pujiati (45) atau kerap disapa Bude Puji menjadi satu nama yang banyak dikenal para pegawai pelabuhan, bahkan pedagang asongan yang mengais rezeki di Pelabuhan Bakauheni.

Bukan karena dia pejabat, melainkan karena ia hanya seorang penjual nasi biasa yang kerap memberikan nasi gratis kepada setiap orang yang membutuhkan di pelabuhan. Mulai dari pegawai biasa, pedagang asongan yang belum mendapat penglaris, hingga penumpang kapal yang kehabisan ongkos dan tak bisa pulang.

Bude Puji sudah 5 tahun berjualan di Pelabuhan Bakauheni. Namun, tujuannya membuka usaha kini sudah tidak sama dengan sebelumnya. Tak lagi sekadar mengejar tumpukan rupiah, Bude mengaku kini ia hanya berfokus mencari keberkahan dalam setiap piring nasi yang ia sajikan kepada para pemudik dan awak kapal.

"Uang berapa pun yang kita dapat, kita harus selalu bersyukur. Terus niatkan usaha jualan nasi, kopi ini karena rida Allah, insyaallah berkah. Dulu aku memang pedagang, tapi bukan pedagang nasi. Terus juga enggak pernah berbagi, jadi rasanya uang banyak pun enggak ada artinya. Sekarang uang sedikit, tapi ada artinya," kata Bude Puji saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (27/3/2026).

Bukan tanpa sebab, prinsip yang kini ia pegang teguh itu berangkat dari kondisi titik terendah dalam hidupnya pada tahun 2020. Sebelum memutuskan pindah berjualan ke Bakauheni, ia adalah seorang pengusaha di Lampung Timur yang terjerumus dalam investasi bodong hingga harus menanggung kerugian dalam jumlah fantastis.

"Hijrah saya itu gara-gara ada masalah, saya ketipu. Jadi ketipu di trading itu hampir satu miliar. Terus saya ketemu buku merah itu tentang kesalahan-kesalahan fatal pengusaha dalam mengembangkan bisnis dengan utang. Dari situ saya terus belajar di komunitas itu, alhamdulillah. Lalu saya dari Lampung Timur akhirnya hijrah," ucap dia.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya