JAKARTA – Sebelum menggunakan layanan MRT Jakarta, penting bagi penumpang untuk memahami jenis tiket yang tersedia agar perjalanan lebih praktis dan efisien.
MRT Jakarta sendiri melayani rute dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, melewati sejumlah stasiun strategis seperti Blok M, Senayan, hingga Dukuh Atas. Dengan memahami rute dan jenis tiket, kamu bisa merencanakan perjalanan dengan lebih mudah.
Secara umum, ada dua jenis tiket yang bisa digunakan penumpang, yaitu single trip dan multi trip. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan perjalanan.
1. Single Trip
Tiket single trip digunakan untuk satu kali perjalanan saja. Cocok bagi penumpang yang jarang menggunakan MRT atau hanya sesekali bepergian.
Kartu ini memiliki masa berlaku terbatas dan biasanya digunakan hingga perjalanan selesai. Setelah itu, kartu tidak bisa dipakai kembali untuk perjalanan berikutnya.
2. Multi Trip
Berbeda dengan single trip, kartu multi trip dapat digunakan berulang kali. Pengguna cukup mengisi saldo (top-up) untuk terus memakainya.
Jenis tiket ini lebih praktis bagi penumpang yang sering menggunakan MRT, karena tidak perlu membeli tiket setiap kali bepergian.
Selain dua jenis kartu tersebut, MRT Jakarta juga mendukung pembayaran menggunakan uang elektronik seperti e-money, Flazz, Brizzi, dan TapCash, sehingga semakin memudahkan penumpang.
Tarif perjalanan MRT Jakarta dimulai dari Rp3.000 untuk stasiun awal, kemudian bertambah Rp1.000 untuk setiap stasiun berikutnya.
Setelah membeli atau menyiapkan kartu, tempelkan (tap-in) di gerbang masuk stasiun. Jangan lupa simpan kartu dengan baik karena akan digunakan kembali saat keluar (tap-out) di stasiun tujuan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)